Categories: METROPOLIS

Karya Tulis Ilmiah Al Quran, Fahmil dan Khotmil Dipertandingkan Langsung di MTQ Papua

Dewan hakim tengah melakukan penilaian terhadap hasil lomba Khatmil (seni kaligrafi) di LPTQ  Kotaraja Selasa (8/9) kemarin. ( FOTO: Humas Kemenag )

JAYAPURA- Penyelenggaraan MTQ XXVIII Tahun 2020 Tingkat Provinsi Papua cukup berbeda dibanding biasanya. Disebabkan situasi dan kondsi pandemik Covid -19, MTQ kali ini diselenggarakan secara langsung maupun secara virtual.  

 Dimulai dari pembukaan, perlombaan, hingga penutupan. Cabang perlombaan yang diselenggarakan secara langsung adalah fahmil (cerdas cermat) Al Qur’an, khatmil (seni kaligrafi) Al Quran, dan Karya Tulis Ilmiah Alquran(KTIQ). Protokol kesehatan di masa COVID-19 diterapkan dalam MTQ secara langsung.

 Sejak tahun 2003 KTIQ telah diperlombakan dengan nama Musabaqah Menulis Kandungan Al Quran. Mulai tahun 2020 cabang lomba ini lantas berganti nama menjadi Karya Tulis  Ilmiah Al Quran. Cabang KTIQ resmi dilombakan pada MTQ Provinsi pada MTQ XXVI tahun 2016 di Kabuaten Jayapura bersamaan dengan cabang Musabaqah Khat Al-Qur’an.

 Menurut Ketua Dewan Hakim Cabang KTIQ Dr. H. Miftahul Huda, MH., Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) merupakan cabang musabaqah yang menitikberatkan pada kemampuan menulis dengan mengeksplorasi isi kandungan al-Qur’an.  

 “Cabang ini meniscayakan gabungan dua keunggulan sekaligus, keterampilan teknis menulis serta kecerdasan akademis. Karenanya, kualitas, kapasitas serta wawasan para kontestan cabang ini benar-benar diuji”. Demikian dijelaskan Dr. Miftah. Karya tulis ini, imbuhnya, dibuat dengan mengacu pada beberapa tema besar yang telah disiapkan yaitu Etika Komunikasi di Media Massa dan Patriotisme dalam Perspektif Al-Qur’an.

 Judul KTIQ yang diangkat para peserta adalah “Hoax dalam Perspektif Al Qur’an”, “Membumikan Al Qur’an Sebagai Landasan Nasionalisme”, “Penanaman Nilai Patriotisme Perspektif Islam Sebagai Upaya Mencegah Distorsi Makna Jihad”, “Etika Komunikasi di Media Sosial dalam Membendung Informasi Hoaxs”, “Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Literasi Keluarga sebagai Wujud Patriotisme”, “Degradasi Akhlak Umat Sebagai Dampak Penggunaan Media Sosial dan Al Qur’an Sebagai Solusi”, “Strategi Tasidak dalam Berkomunikasi di Media Sosial Perspektif Al Qur’an”, dan “Etika Komunikasi dalam Menggunakan Media Sosial”. (humas)

newsportal

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

10 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

11 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

11 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

12 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

12 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

13 hours ago