Categories: METROPOLIS

Kenaikan Retribusi  Harus Didukung dengan Fasilitas

JAYAPURA-Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura mengaku belum menerima draf terkait dengan rencana kenaikan retribusi los peralatan dan kebersihan di pasar yang ada di Kota Jayapura. Sementara dari pihak Disperindakop Kota Jayapura sudah mulai melakukan sosialiasi rencana kenaikan tariff retribusi pelataran, los dan kebersihan di seluruh Pasar di Kota Jayapura.

   Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Ismail Befa mengaku belum menerima drafnya. Ia juga belum tahu terkait rencana kenaikan retribusi  oleh perindakop atau pemkot itu berapa jumlahnya. “Saya  belum tahu, karena belum terkonfirmasi ke DPRD,” kata Befa kepada Cenderawasih Pos, Rabu (9/3).

  Lanjut Befa, draf yang sudah diterima DPRD Kota Jayapura adalah terkait dengan tarif retribusi persampahan. Sementara retribusi terkait dengan pasar hingga saat ini belum diterima drafnya.

  “Mungkin mereka sedang merencanakan jumlah tarifnya,  tapi yang jelas kalau menaikan  tarif harus ada persetujuan dari DPR. Kami DPRD menunggu saja mereka punya rencana seperti apa nantinya,” ucapnya.

  Tanggapan Befa menyangkut dengan rencana kenaikan retribusi los dan pelataran yaitu selama itu tidak memberatkan pedagang, pihaknya oke oke saja. Namun, jika menaikkan retribusi justru memberatkan pedagang, pihaknya akan meminta ditinjau kembali.

  “Ada beberapa pos tarif yang memang kami dorong untuk dinaikkan, tapi khusus untuk pasar  kami belum melirik ke situ,” ungkapnya.

   Lanjut Befa, jika ada perencanaan soal penarikan tarif di pasar, selama itu tidak memberatkan pedagang sudah pasti DPRD menyetujuinya, tapi jika itu memberatkan maka harus ditinjau kembali

  “Yang perlu diingat, memungut tarif harus berbanding lurus dengan fasilitas pendukung pelayanan kita di pasar, misalnya jika kita mau menaikkan tariff, maka pasar itu juga harus didukung dengan ketersediaan air bersih, kebersihannya seperti apa, termasuk keamanannya harus didukung. Jangan asal menaikkan tarif tapi tidak berbanding lurus dengan fasilitas pendukung di pasar,” tegasnya.

   Ditambahkan Befa, DPRD sendiri mendorong peningkatan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD). Sebab Kota Jayapura bergantung pada sektor perdagangan dan jasa, dimana retribusi bagian daripada itu. “Jika untuk meningkatkan PAD  tentu kita mendukung, selama pos tarif yang dimaksud  sektor tersebut tidak membebani pedagang,” tandasnya. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

2 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

3 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

9 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

10 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

11 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

16 hours ago