Categories: METROPOLIS

Prioritaskan Seniman Papua di Ceremony PON

Seniman Papua saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Kamis (8/8). Seniman Papua berharap mereka dilibatkan pada pergelaran PON XX mendatang. ( FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA – Guna mengangkat ciri khas musik dan budaya Papua dalam pagelaran kegiatan olahraga empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua maka seniman Papua meminta kepada PB PON Papua untuk konsisten dengan janji Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe yang meminta akan memprioritaskan seniman Papua pada opening dan closing ceremony pada acara itu.

“Kami harap Gubernur tidak lupa akan janjinya  pada Papua Reggae Festival (PRF) yang digelar tahun lalu dimana Gubernur mengatakan bahwa akan memberdayakan artis-artis lokal yang ada di Provinsi Papua untuk tampil pada opening dan closing ceremony PON 2020,” kata Vocalis Abe Desago, Radio Boaz Erari pada Cenderawasih Pos, di Jayapura Kamis, (8/8)

Untuk itu paara seniman Papua meminta kepada pengurus PB PON agar tidak merubah apa yang disampaikan Gubernur dalam pemerdayaan orang asli Papua dalam acara nasional itu.

Sementara itu, mewakili seniman wanita di Papua Ani Yawan mengatakan seniman tetap berharap acara PON harus di isi seniman Papua.

“Kami para seniman Papua sangat mengharapkan pada saat pembukaan PON kami harus mengambil bagian dalam opening  maupun closing ceremony,” katanya.

Ia juga mengatakan, tidak hanya dunia musik tetapi tarian dan seluruh seniman Papua dilibatkan dalam PON.

Senada dengan itu, Vokalsi Group band Reage Dave Solution, Dave Baransano mengatakan Gubernur yang suda diberikan title oleh komunitas PRF sebagai Bapak dari komunitas ini diharapkan  jangan lupa janji, karena  anak-anak seniman terus menanti janji dari seorang bapak.

“Karena seniman Papua siap untuk PON, dan kita mau kita seniman Papua yang berada di tempat untuk menghibur semua peserta yang ada datang dari luar maupun di Papua dengan cara dan chiri khas kami di Papua,” papatnya.

Hal serupa ditambahkan Ketua KORK Papua Teddy Pekei Ia mengatakan PON adalah ajang dimana seniman Papua membuktikan kemampuan mereka kepada seluruh masyarakat indonesia bahwa Papua juga bisa.(oel/gin)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

17 hours ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

18 hours ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

19 hours ago

Pahami Karakteristik, Perlakukan Warga Binaan dengan Humanis namun Tegas

Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…

20 hours ago

Gubernur dan MRP Bahas Sinergi Otsus hingga Usulan Anggaran

Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…

21 hours ago

Kedapatan Kepala Dinas Mabuk Dilingkungan Kantor Akan Diberhentikan

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…

21 hours ago