Categories: METROPOLIS

ULMWP: Stop Tipu Kami

JAYAPURA – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mengaskan bahwa kehadiran otonomi khusus (Otsus) selama 20 tahun bukan niat baik pemerintah untuk membangun masyarakat Papua karena hingga saat ini masyarakat Papua tidak merasakan dampak dari Otsus.

Markus Haluk (FOTO: Noel/Cepos)

 Direktur Eksekutif ULMWP, Markus Haluk mengatakan ULMWP  terus berkomitmen untuk dan terus memperjuangkan dan mewujudkan hak penentuan nasib sendiri sesuai visi dan misi dengan menggalang dukungan rakyat West Papua dan negara-negara serumpun Melanesia.

 “Belajar dari pengalaman masyarakat Papua sekarang mengambil sikap tegas stop tipu kami dengan gula-gula politik Otsus dari negara kolonial Indonesia mereka yang telah membohongi Masyarakat Papua,” katanya.

 Dijelaskan, pemerintah Indonesia telah membohongi Elit Nasionalis Papua sejak  Eliaser Bonay di tahun 1963 lalu di angkatan 1962, 1963, 1965, 1969, 1971 sampai 2000 saat rakyat Papua melakukan konggres kedua dan Theys Eluay dibunuh oleh mereka. 

“10 hari undang-undang otonomi khusus disahkan, diculik dan dibunuh pada 10 November dan pada 21 November undang-undang 2001 disahkan untuk melegalkan kedudukan Indonesia di West Papua, maka otonomi khusus lahir bukan bermula dari belas kasihan kemurahan dan kebaikan hati Indonesia kepada bangsa Papua melainkan otonomi khusus ini lahir karena tuntutan rakyat Papua setelah 38 tahun menderita, karena itu rakyat Papua menuntut Papua Merdeka,” katanya di Jayapura, Rabu, (8/7) kemarin.

 Haluk mengatakan, 20 Tahun berjalannya otsus di Papua saat ini sangat terbukti bahwa masyarakat Papua hari ini mengalami penurunan populasi. 

 Jadi, Ia menambahkan Otonomi Khusus denga roh nya ada tiga perlindungan, keberpihakan dan pemberdayaan selama ini hal tersebut tidak jalan, yang ada hanya pemberdayaan penduduk  dan dana dikucurkan lewat otonomi khusus dan diikuti oleh migrasi ke Papua. 

 “Bicara otonomi khusus hari ini rakyat Papua tidak pernah mendapat manfaat dari otsus. yang terjadi adalah pendudukan secara masif yang berdampak pada kehidupan orang Papua hari ini mengarah kepada proses genosida maka melalui ULMWP Kami ingin bersatu bersepakat untuk kembali ke pangkuan Melanesia,” katanya.(oel/wen)

newsportal

Recent Posts

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

8 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

9 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

10 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

11 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

14 hours ago

Sertifikasi Pramusaji, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata 

  Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…

15 hours ago