Categories: METROPOLIS

Tiba di Jayapura, Spanduk Penolakan Anis Dibentangkan

SENTANI- Anies Baswedan mengunjungi Papua, Kamis (8/12). Kedatangannya di Papua melalui Bandar Udara Sentani. Dia tidak datang sendirian tetapi didampingi oleh beberapa tokoh dan petinggi Partai Nasdem termasuk beberapa politisi yang merupakan kader partai Nasdem di Papua.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw selaku ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Papua juga turut serta melakukan penjemputan rombongan Anis Baswedan di Sentani Kabupaten Jayapura. Mathius juga didampingi oleh beberapa kader Partai Nasdem. Sebagaimana disampaikan Bupati Mathius Sebelumnya, rombongan Anies Baswedan datang ke Papua untuk menghadiri kegiatan Natal bersama, dengan seluruh masyarakat Papua termasuk mengikuti peresmian Kantor DPW Nasdem Papua yang ada di kota Sentani Kabupaten Jayapura.

Dalam kesempatan itu juga, Anis Baswedan akan dideklarasikan oleh para relawan Anies Baswedan yang ada di Papua sebagai calon Presiden Republik Indonesia pada pemilu 2024 mendatang.

“Jadi beliau datang untuk mengikuti Natal bersama dengan masyarakat Papua,  kemudian meresmikan kantor DPW Nasdem dan juga akan ada kegiatan deklarasi Anis sebagai calon presiden RI, yang akan dilakukan oleh relawan Anis di Papua,” kata Bupati Awoitauw sebelumnya.

Namun terkait dengan kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Papua pada Kamis (8/12),  ada aksi simbol penolakan atas kehadirannya di Papua yang dilakukan beberapa masyarakat di Sentani.  Salah satunya ditunjukkan dengan adanya pembentangan dua spanduk besar yang bertuliskan,  “FPI ORMAS TERLARANG PENDUKUNG ANIES BASWEDAN dan pada spanduk yang kedua  bertuliskan “ANIS KO GAGAL DI JAKARTA JANGAN TULARKAN KE PAPUA”.

Kemudian pada foto Anis yang terpampang di salah satu baliho itu juga diberi tulis TOLAK yang menutupi foto Anis Baswedan.

“Itu tadi dibentangkan di depan Stadion Lukas Enembe saat  pak Anis lewat” ujar salah satu Warga yang tidak mau disebutkan namanya saat berbicara kepada mlMedia ini,  Kamis (8/12), sore.(roy).

newsportal

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

21 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

22 hours ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

2 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

2 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago