

Suasana diskusi secara virtual yang dilakukan dalam rangka Seminar Awam Bulan Bedah Anak yang dilakukan serentak 35 titik termasuk dari RSUD Dok II Jayapura, Senin (6/10). (foto: Gamel/Cepos)
Dari Seminar Awam Bulan Bedah Anak di RSUD Dok
JAYAPURA – Memperingati bulan bedah anak pada 6 Oktober, RSUD Dok II bersama sejumlah dokter dan mahasiswa koas menggelar diskusi yang mengangkat tentang persoalan yang kerap dialami seorang bayi.
Dikatakan dr Dian Nirmala Sari Sirait SpBA bahwa saat ini di Papua ada kecenderungan anak lahir dengan kondisi tidak normal. Mulai dari tak memiliki lubang anus, hernia, hingga gangguan pencernaan. Dari berbagai kondisi ini disarankan agar orang tua lebih peka, tidak menunggu dan langsung melaporkan.
“Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat awam tentang kelainan yang bisa terjadi pada bayi yang bersifat bawaan atau kongenital. Lalu penatalaksanaan di tengah masyarakat sebaiknya bagaimana agar tak terjadi keterlambatan,” jelas dr Dian pada pembukaan kegiatan, Minggu (6/10).
Dari datanya dikatakan yang paling sering ditemukan di Papua adalah bayi yang lahir tanpa anus atau anus yang tidak pada tempatnya (salah posisi). Biasa daerah pegunungan yang paling banyak ditemui. Kemudian ada juga bayi yang lahir dengan usus besar yang tak memiliki syaraf.
“Kemudian ada juga kasus hernia pada bayi. Terkait ini ada pendapat tunggu anaknya besar baru operasi, itu salah, sebab semakin lama justru terjadi sumbatan atau jeratan pada usus,” sambung Dian.
Kemudian persoalan usus buntu dimana orang tua memiliki anggapan bahwa anak – anak tidak mungkin terkena usus buntu sebab masih anak-anak. “Ini terjadi karena pola makan yang kurang serat akhirnya feses keras. Usus buntu ini sebenarnya organ kelenjar getah bening yang berfungsi melawan infeksi di sekitarnya,” imbuhnya.
Page: 1 2
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…