

Pecahan botol bekas yang ditebar di bawah Jembatan Yotefa Abepura terlihat memenuhi bagian bawah Jembatan saat difoto, Jumat (8/9). Ini ternyata disengaja karena warga di kampung resah dengan banyaknya orang yang minum dan membuat keributan saat malam. (FOTO: Gamel Cepos)
JAYAPURA-Warga yang biasa melakukan lari pagi atau jalan sore di bagian bawah Jembatan Youtefa kerap mengeluhkan banyaknya pecahan botol kaca yang berceceran sepanjang jalan. Ini setelah ditelusuri ternyata memang disengaja.
Warga di Kampung Engros sengaja memecahkan kaca dari botol tersebut lantaran kerap terusik dengan aktivitas pesta miras yang dilakukan setiap malam. Jika sudah mabuk biasa terjadi perkelahian sehingga semakin tidak nyaman. Akhirnya warga setempat melakukan bentuk protes dengan membiarkan pecahan kaca ini berserakan begitu saja.
“Setiap malam selalu saja ada yang datang dan duduk minum. Kami di kampung kadang terganggu dengan ini,” kata Petronela Merauje, salah satu tokoh perempuan di Kampung Engros, Jumat (8/9). Keributan dan perkelahian pasti terjadi sehingga untuk mengusir secara perlahan maka pecahan botol ini sengaja dihambur.
“Mau bagaimana lagi, kami tegur macam percuma. Polisi datang sweeping tapi besok diulang lagi akhirnya masyarakat hambur beling,” kata Petronela.
Hal ini dibenarkan Bhabinkamtibmas Kampung Engros, Bripka Steven yang kerap melakukan patroli di sekitar jembatan dan sering menemukan orang nongkrong sambil pesta Miras.
“Di sini memang sering dipakai sebagai lokasi orang duduk minum dan masyarakat tidak terima sehingga botol – botol kaca ini sengaja dipecahkan dan dihambur,” singkat Bripka Steven. (ade/nat)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…