

Potret dua siswi SMPN 1 Jayapura, Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura akan melaunching gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Kota Jayapura. (foto:weny/cepos)
JAYAPURA – Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Jakarta pada Jumat (27/12/) lalu mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merespon baik terkait regulasi baru dari pemerintah pusat tersebut.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan gagasan yang dikembangkan untuk membangun karakter bangsa dengan mengintegrasikan peran sekolah, masyarakat dan keluarga dalam mencetak generasi emas bangsa.
“Melalui implementasi kebiasaan-kebiasaan ini, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga cerdas sosial dan spiritual,” ujar Abdul Majid saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (4/1) kemarin.
Adapun Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan tersebut diantaranya Bangun pagi, beribadah, berolahraga, Makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat
Menurut Abdul Majid, tujuh kebiasaan tersebut tidak hanya pertujuan membentuk individu yang unggul secara akademis, tetapi juga secara sosial dan emosional dalam membangun karakter anak-anak sejak dini.
“Pendidikan itu tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga menanamkan kebiasaan sebagai bagian dari pengalaman hidup untuk membentuk pribadi hebat, jadi metode ini sangat penting untuk kita dukung dan terapkan di sekolah-sekolah,” bebernya.
Kadis Pendidikan Kota Jayapura itu menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi berbasis pembiasaan yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan satuan pendidikan seperti sekolah maupun madrasah.
“Nanti, semua bidang seperti Kabid SMP, Kabid SMA dan SMK akan bertemu dengan para kepala sekolah untuk menindaklanjuti hal ini, dan direncanakan akan dimulai tahun ajaran baru 2025,” ungkapnya.(kim/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…