“Sekarang ini, pengantar penumpang pun dibatasi. Mereka memang bisa masuk hingga ke kapal, tetapi harus dengan alasan yang jelas, dan barang bawaannya tetap diperiksa,” jelasnya.
Selain fokus pada pengawasan barang, aparat gabungan juga menata aktivitas pedagang di area pelabuhan. Penertiban dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Pedagang kaki lima sebelumnya berjualan tidak teratur dan berpindah-pindah. Saat ini mereka hanya diperbolehkan berjualan di satu lokasi yang ditentukan, tidak boleh lagi berkeliling,” bebernya.
Iptu Abdul Kadir berharap, pengawasan ketat ini dapat menekan peredaran barang terlarang melalui jalur laut, khususnya di Pelabuhan Jayapura.
“Kami mengimbau masyarakat, baik yang berada di Jayapura maupun yang datang, agar tidak membawa barang terlarang. Ini langkah penting untuk mencegah peredaran narkotika dan barang berbahaya lainnya di Papua,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Menurutnya, implementasi Otsus harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua melalui program-program yang menyentuh…
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…
Menurut Abisai, hingga saat ini sudah banyak program dan kebijakan yang dijalankan dalam rangka implementasi…