“Sekarang ini, pengantar penumpang pun dibatasi. Mereka memang bisa masuk hingga ke kapal, tetapi harus dengan alasan yang jelas, dan barang bawaannya tetap diperiksa,” jelasnya.
Selain fokus pada pengawasan barang, aparat gabungan juga menata aktivitas pedagang di area pelabuhan. Penertiban dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Pedagang kaki lima sebelumnya berjualan tidak teratur dan berpindah-pindah. Saat ini mereka hanya diperbolehkan berjualan di satu lokasi yang ditentukan, tidak boleh lagi berkeliling,” bebernya.
Iptu Abdul Kadir berharap, pengawasan ketat ini dapat menekan peredaran barang terlarang melalui jalur laut, khususnya di Pelabuhan Jayapura.
“Kami mengimbau masyarakat, baik yang berada di Jayapura maupun yang datang, agar tidak membawa barang terlarang. Ini langkah penting untuk mencegah peredaran narkotika dan barang berbahaya lainnya di Papua,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…