

Tumijan, Koordinator wilayah LKC Dompet Dhuafa Wilayah Papua didampingi Syafierra Ramadhan selaku Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Jayapura ketika memberikan keterangan usai kegiatan Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Imbi di Aula Kantor Distrik Jayapura Utara, Rabu (4/9). (foto: Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Tanpa disadari wilayah Distrik Jayapura Utara ternyata menjadi daerah yang paling banyak objek vitalnya. Objek vital tersebut diantaranya kantor pusat Bank Indonesia, Mako Polda Papua, Kantor PT Pertamina, Kantor Gubernur Papua dan sejumlah bangunan utama lainnya.
Terkait ini dirasa perlu disikapi dengan kesiapsiagaan terhadap bencana guna mengantisipasi hal – hal yang tak diinginkan.
“Kita tidak bisa memungkiri jika wilayah Jayapura Utara ini banyak gedung dan objek vital. Perlu diantisipasi melihat potensi – potensi bencana yang memungkinkan,” kata Tumijan, Koordinator wilayah LKC Dompet Dhuafa Wilayah Papua yang juga asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), saat ditemui dalam Focus Group Discussion Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Imbi di Aula Kantor Distrik Jayapura Utara, Rabu (4/9).
Untuk wilayah Jayapura Utara sendiri dipetakan potensi bencana yang memungkin terjadi adalah kebakaran, banjir, longsor dan gempa bumi termasuk potensi tsunami meski dianggap masih kecil.
“Kami coba mengajak komponen masyarakat dan aparat ditingkat distrik dan lurah untuk memikirkan hal ini (bencana) sebab bayangkan saja jika terjadi sesuatu di integrated terminal Pertamina tentu saja akan mengganggu pemenuhan kebutuhan BBM bagi banyak daerah,” imbuhnya.
Tumijan berharap ada kolaborasi dan sinergitas yang nyata baik antar relawan maupun dinas atau badan terkait semisal BNPB, Damkar maupun Basarnas.
“Dengan adanya kampung tanggap bencana ini paling tidak ada kesiapsiagaan masyarakat ketika ada bencana atau musibah. Kami sendiri siap mengingat ada tim yang telah bersertipikat dan siap diturunkan kapan saja,” tutupnya.
Ditambahkan Syafierra Ramadhan selaku Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Jayapura bahwa pihaknya menggandeng LKC Dompet Dhuafa karena telah memiliki relawan yang tersertifikasi.
“Kalau kami handle sendiri tentu sulit jadi kami gandeng dari luar. Jadi kalau terjadi musibah teman – teman sudah paham harus melakukan apa dan ini masih terus dibekali,” imbuhnya. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…