Secara garis besar, Sarles mengungkapkan beberapa capaian kinerja pihaknya dalam satu tahun terakhir (2025) yakni; Dari sisi pemakaian akseptor alat kontrasepsi Kemendukbangga Papua pada tahun 2025 diberikan target sebesar 20.537 akseptor. Namun hanya bisa capai sebanyak 13.198 akseptor. Dengan KB ganti cara 5.249 akseptor, KB ulangan 42.833 akseptor.
Untuk penyerapan anggaran; belanja pegawai 69,6 %, belanja program 30,4 %. Dari total anggaran Rp 38,7miliar terserap Rp 36,2 milyar atau setara mencapai 93,39%. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2024 sebanyak Rp 49.4 milyar dan yang terserap Rp 46,2 milyar atau setara dengan 93,44%.
“Dana transfer dari pusar atau DAK KB Rp 120,8 milyar ditahun 2025 terbagi untuk 29 Kabupate/Kota di empat (4) provinsi hanya bisa terserap atau direalisasikan di 29 kab/kota hanya 56,9 %. Ada 20 kabupaten yg belum input realisasi triwulan IV 2025,” jelasnya.
Adapun tujuan utama dari Lima program quick win Kemendukbangga yakni untuk menjawab isu-isu kependudukan di masa depan, seperti mengentaskan kemiskinan, mengatasi kesenjangan sosial, dan menghadapi bonus demografi di 2030 dan Indonesia Emas 2045. (jim/tri)
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…
Menurut Abisai, ASN merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk…