Categories: METROPOLIS

Peralihan Musim, Masyarakat Diminta Waspadai Penyebaran DBD

Kadinkes: Kuncinya Menjaga Kebersihan Lingkungan, Jangan Tunggu-tunggu Fogging

JAYAPURA– Dinas Kesehatan Masyarakat kota Jayapura meminta masyarakat kota Jayapura supaya mewaspadai penyebaran penyakit yang biasanya terjadi pada saat peralihan musim.

“Kami mengajak masyarakat supaya mewaspadai penyebaran penyakit yang seringkali muncul pada saat peralihan musim,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura,  Ni Nyoman Sri Antari, Selasa (2/7) kemarin.

Dia mengatakan, penyakit-penyakit yang biasanya muncul pada saat peralihan musim seperti malaria demam berdarah infeksi pernapasan atas atau ISPA juga diare.  Penyakit-penyakit ini yang seringkali dianggap perawan dan sering dialami oleh masyarakat. 

Karena itu untuk penanganan atau pencegahan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga sistem kebersihan lingkungan dan rumah tempat tinggal.

” Ini yang memang agak rawan. kuncinya, hiegenis, sanitasi.  Kebersihan, ingat cuci tangan yang pernah dilakukan pada saat covid-19 jangan ditinggalkan, itu penting,”bebernya.

Hal lain yang dilakukan untuk pencegahan memelihara lingkungan harus tetap bersih.  Dia juga memperingatkan terkait penyebaran demam berdarah yang menjadi ancaman mematikan bagi masyarakat. Salah satu cara untuk pencegahan DBD ini juga adalah memastikan tidak adanya genangan air di kawasan tempat tinggal.

“Demam berdarah itu biasanya karena faktor genangan air,  jadi membuang sampah jangan sembarangan membuang sampah dan botol botol bekas itu yang menjadi tempat perindukan nyamuk aedes aegypti,  yang memicu terjadinya demam berdarah,” harapnya.

Dia sangat mengharapkan agar di setiap rumah masyarakat itu ada yang peduli jentik nyamuk. Sehingga perlu ditaburi abate,  atau insektisida untuk nyamuk. Karena itu yang dapat mengurangi  terjadi demam berdarah.

“Jadi jangan tunggu fogging-foging karena fogging itu, tidak efektif. Karena saat di fogging nyamuknya akan terbang ke mana-mana.

Kemudian memperhatikan tempat penampungan di kamar mandi yang biasanya apabila air terlalu lama ditampung bisa menimbulkan bibit-bibit jentik nyamuk,”pungkasnya.(roy/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Terduga Maling Ayam di Tabanan Tewas Dimassa Viral di Medsos

Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…

2 hours ago

Berawal dari Melihat Ortu Siswa Habiskan Waktu dengan Ngobrol

Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…

3 hours ago

AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Stok Amunisi Dilaporkan Sudah Menipis

Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…

4 hours ago

Resmi! Menpan RB Restui 9 Instansi Buka Rekrutmen CPNS 2026 via Sekolah Kedinasan

Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…

5 hours ago

Pengelolaan Aset di DPRP Berpotensi Jadi Temuan

Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…

6 hours ago

Harta Terpidana Kasus Korupsi Dana Desa Lanny Jaya Masih Ditelusuri

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Sunandar Pramono, SH, MH menyatakan masih ada terpidana lainnya yang aliran…

7 hours ago