Categories: METROPOLIS

Todat, Toga, Paguyuban Diharapkan Bisa Bantu Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Penerapan New Normal di Undur Dulu

JAYAPURA-Hasil dari rapat bersama antara Pemerintah Kota Jayapura, Forkopimda, Tokoh Agama, Gugus Tugas dan OPD terkait dengan agenda paparan perkembangan Covid-19 di Kota Jayapura, kebijakan aktivitas masyarakat, dan kegiatan keagamaan, serta persiapan memasuki New Normal.  Tampaknya untuk saat ini Penerapan New Normal belum bisa karena harus di undur mengingat angka positif Covid-19 masih tinggi.

RAPAT- Suasana Rapat bersama antara Pemkot Jayapura, Forkopimda, Tokoh Agama, Gugus Tugas dan OPD terkait dengan agenda paparan perkembangan Covid-19 di Kota Jayapura, kebijakan aktivitas masyarakat, dan kegiatan keagamaan, serta persiapan memasuki New Normal. Kamis (2/7) Kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

 Sehingga, diharapkan jika kasus angka positif Covid-19 Kota Jayapura terus mengalami penurunan bisa diterapkan new normal. Hal ini dikatakan Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,dalam acara itu.

 “Kita belum bisa terapkan kebijakan new  normal, mengingat angka positif Covid-19 masih tinggi, dari data akumulatif  hampir 1000, dan Ro juga lebih dari 1 sehingga tetap kita harus waspadai tidak mau buru-buru atau gegabah untuk mengambil keputusan, karena kita juga terima masukan dari Forkopimda dan Gugus Tugas,”ungkapnya dalam acara itu, yang juga dihadiri, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM.,Kajari Jayapura, Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura, Polresta Jayapura Kota, Kodim 1701 Jayapura, Pengadilan Kelas IA Negeri Jayapura dan Sekda Kota Jayapura, di depan Main Hall Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (2/7) kemarin.

 Diakui, walaupun penerapan new normal masih diundur, namun untuk pembukaan rumah/tempat ibadah sudah bisa dilakukan mulai tanggal  4 Juli dengan catatan penerapan protokol kesehatan harus ketat dilakukan. 

 Sehingga, nanti pada saat tempat ibadah sudah dibuka, maka Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura akan melakukan Sidak secara acak untuk melihat apakah tempat ibadah sudah menerapkan protokol Kesehatan atau tidak di 5 distrik se-Kota Jayapura.

  Dijelaskan, memang kasus positif Covid-19 Kota Jayapura, sejatinya bulan Juni trendnya sudah mengalami penurunan, namun karena Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 telah melakukan pemeriksaan rapid test secara massal di pedagang pasar Youtefa Abepura dari 1958 pedagang yang di rapid test dinyatakan reaktif ada sebanyak 394 orang dan kini dari hasil pemeriksaan Swab sementara sudah ada sekira 100 orang dinyatakan positif tentu ini semakin menambah lagi jumlah pasien positif Covid-19 Kota Jayapura.

 Oleh karenanya, jika kasus penyebaran Covid-19 bulan Juli ini terus mengalami penurunan tetap dan jumlah pasien positif Covid-19 juga mengalami penurunan tetap bisa dilakukan penerapan new normal.

 Selain itu, pada bulan Juli ini untuk pemberlakukan pajak dan retribusi daerah juga sudah dilakukan kembali, namun khusus tempat usaha tertentu dan nanti akan dijelaskan mana saja yang dikenakan dan mana yang tidak karena dalam pembahasan.

    Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Jayapura Dr.Ni Nyoman Sri Antari menambahkan, pihaknya sudah totalitas dalam melakukan penanganan percepatan penanggulangan Covid-19 Kota Jayapura, semua Tim Medis berjibaku dan berusaha semaksimal mungkin melayani pasien yang positif untuk bisa disembuhkan dan dirawat di Hotel Sahid dan Muspagco. Termasuk melakukan rapid test massal, dengan resiko kerja tinggi seperti ini diharapkan masyarakat juga harus sadar dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena ini tidak susah, hanya menggunakan masker rajin mencuci tangan dengan air dan sabun menjaga jarak maupun menjaga imunitas tubuh. Pasalnya, saat ini tim medis yang melayani masyarakat ada juga yang terkena virus Corona, jadi warga Diharap jangan sepelekan Penyebaran virus Corona yang sampai sekarang belum ada vaksinya. Apalagi bagi anak-anak, orang tua dan orang yang punya penyakit bawaan ini paling rentan terkena virus Corona.

 Dengan adanya rencana pembukaan rumah ibadah mulai Minggu ini, Ketua Umum MUI Kota Jayapura KH.Drs. Zulham Ma’mun sangat bersyukur dan berterima kasih, karena selama ini ia mengaku tetap ikuti aturan pemerintah untuk tidak membuka tempat ibadah yang ada di kompleknya, walaupun ada di tempat ibadah lain sudah ada dibuka, karena ia selalu mengikuti rapat dan mau membuat komitmen bersama tentu harus dijalankan juga.

   “Kami sangat senang dan berterima kasih karena minggu depan untuk Salat Jumat kita sudah bisa laksanakan di masjid namun tetap menerapkan protokol kesehatan, dan saat ini pemerintah baru akan membuat suratnya kita tetap akan tunggu dan saya harapkan karena nanti sudah bisa dibuka kembali tempat ibadah maka umat Islam juga harus wajib menerapkan protokol kesehatan, menyiapkan apa saja yang dibutuhkan,”tandasnya.(dil)

newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

16 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

18 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

19 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

20 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

21 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

22 hours ago