“Tantangan yang kami alami selama ini memang soal promosi kami. Karena proses ke dalam kami belum terlalu matang, lalu kami juga harus melihat bagaimana gerakan di negeri. Apa yang mau diperlihatkan kepada calon mahasiswa memang belum bisa disampaikan semua karena fasilitas kami belum cukup. Sehingga kami menjual lebih banyak unsur Katoliknya, ikatannya dengan Fajar Timur, serta kerja sama dengan perguruan tinggi Katolik di seluruh Indonesia dan dunia,” jelasnya.
Guna menyiasati tantangan tersebut, Unika Fajar Timur mengusung formulasi pendidikan khas yang mengombinasikan keahlian profesional dengan pembinaan mental spiritual. Lewat konsep Unika College, mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan terapan sesuai jurusannya, tetapi juga ditempa melalui pendidikan nilai dan etika.
Integrasi ini diharapkan menjadi pembeda utama Unika Fajar Timur dari institusi pendidikan tinggi lainnya. Kampus meyakini bahwa pembangunan SDM Papua yang tangguh harus berakar pada pondasi spiritual yang kokoh serta pengabdian nyata kepada masyarakat di sekitarnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…
-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta adanya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota…
Putu mengatakan, VA ditangkap di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Papua Tengah, Minggu, 30 Agustus…
Peristiwa obrolan tidak pantas di grup WhatsApp yang beredar di media sosial tersebut dinilai…
Penyebab pertama mengakar pada pergeseran sosial yang berlangsung cepat sejak awal milenium. Sejak memasuki tahun…
Di antara reruntuhan, anak-anak bermain dengan rangka sepeda yang hangus terbakar. Di sudut lain,…