“Harapan saya ke depan agar Kota Jayapura lebih maju lagi, sehingga turkam ini bagian dari upaya saya mendekatkan diri dengan masyarakat adat di kampung, saya ingin berkerja sama dengan mereka untuk mendukung pemerintahannya selama 5 tahun ke depan,”bebernya.
ABR berharap masyarakat adat di 10 Kampung adat di Port Numbay agar tidak melakukan palang dan demo. Ia ingin seluruh aktivitas pelayanan publik oleh pemerintah kepada masyarakat di kota itu berjalan baik dan lancar.
Ia pun mengajak masyarakat adat agar terlibat langsung dalam mengawal pemerintahannya saat ini.
“Masyarakat adat di Port Numbay harus kita berikan perhatikan lebih dan itu tugas saya sebagai Wali Kota. Kalau ada masalah silakah lapor kesaya dulu, tidak perlu palang atau demo. Saya pastikan masalah itu kita selesaikan secara baik,”pungkas ABR. (ans/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…