“Harapan saya ke depan agar Kota Jayapura lebih maju lagi, sehingga turkam ini bagian dari upaya saya mendekatkan diri dengan masyarakat adat di kampung, saya ingin berkerja sama dengan mereka untuk mendukung pemerintahannya selama 5 tahun ke depan,”bebernya.
ABR berharap masyarakat adat di 10 Kampung adat di Port Numbay agar tidak melakukan palang dan demo. Ia ingin seluruh aktivitas pelayanan publik oleh pemerintah kepada masyarakat di kota itu berjalan baik dan lancar.
Ia pun mengajak masyarakat adat agar terlibat langsung dalam mengawal pemerintahannya saat ini.
“Masyarakat adat di Port Numbay harus kita berikan perhatikan lebih dan itu tugas saya sebagai Wali Kota. Kalau ada masalah silakah lapor kesaya dulu, tidak perlu palang atau demo. Saya pastikan masalah itu kita selesaikan secara baik,”pungkas ABR. (ans/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…