

Frans Pekey (foto:Mboik/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua meminta para bidan di Kota Jayapura tetap bekerja profesional dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Sekretaris Daerah Kota Jayapura Frans Pekey, mengatakan bidan telah berperan penting dalam pembangunan terutama dalam hal memberikan pelayanan kepada setiap warga di daerah ini.
“Sehingga kami berharap bidan tetap menjunjung tinggi profesionalitas kerja dan juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya di Jayapura, Kamis.
Menurut Pekey, Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Jayapura diharapkan menjadi wadah untuk saling bertukar pengalaman seputar pelayanan kepada masyarakat setempat.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada ikatan bidan Indonesia cabang kota Jayapura yang telah berperan penting dalam melakukan pelayanan kesehatan terutama kepada ibu-ibu hamil,” ujarnya.
Dia menjelaskan Pemkot Jayapura akan terus memberikan dukungan kepada IBI Cabang Kota Jayapura baik secara organisasi maupun menambah nilai dana hibah sesuai dengan pertumbuhan APBD setempat.
“Kami ingin supaya organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia dijadikan sebagai satu wadah untuk selalu menyatukan para bidan di dalam memberikan spirit saling membagi dan menjalankan tugas profesi,” katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan dalam organisasi tersebut salah satunya ialah menyelesaikan tenaga honorer. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…