Selain itu, pantauan pola angin menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di utara Papua, belokan angin dan konvergensi, dimana hal ini dapat meningkatkan intensitas curah hujan. Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar +12.5, kemudian terpantau juga adanya gelombang Low, dan Kelvin.
“Labilitas lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya proses konvektif di wilayah Papua sehingga secara keseluruhan mendukung proses pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan,” jelas Finnyalia. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…