

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH.
TIMIKA– Pengangkatan 600 honorer K2 menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mimika menuai protes. Diduga ada honorer siluman atau tidak pernah menjadi honorer di instansi manapun, tapi namanya tiba-tiba muncul.
Ada juga honorer yang diduga baru bekerja selama setahun bahkan baru beberapa bulan, namun namanya terakomodir. Sementara honorer K2 yang masuk database pusat dan sudah bekerja lebih dari lima tahun, justru tidak diakomodir.
Meski begitu, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH mengatakan, nama 600 honorer yang diusulkan jadi calon ASN tidak bisa lagi diubah atau diganti dengan orang lain. Sebab berkas sudah masuk sampai di BKN. Bahkan ia menyebut, Nomor Induk Pegawai (NIP) sudah siap dan tinggal divalidasi ulang. “Saya sebagai bupati katakan bahwa itu orang punya nasib, siapapun yang masuk dalam 600 orang itu,”katanya.
Memang lanjutnya, tidak semua honorer di lingkup Pemkab Mimika bisa diakomodir karena jumlahnya mencapai 2 ribu lebih. Tapi ia memastikan, kuota 600 ini diprioritaskan untuk dua suku asli Mimika yaitu Amungme dan Kamoro.
Bupati menambahkan, honorer Amungme dan Kamoro yang belum terakomodir akan diusulkan dalam perekrutan formasi umum yang kuotanya 274. Selebihnya akan dibuka untuk umum tanpa persyaratan harus lahir besar Papua.(Selvi)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…