“Jadi sejak 30 tahun lalu termasuk sebelum Kuala Kencana ini berdiri sudah ada program pengendalian malaria untuk mengamankan pekerja (PTFI) dan keluarganya. Itulah dalam kunjungan tim Kemenkes RI ke Freeport ingin melihat dan mempelajari apa yang dilakukan PTFI sehingga bisa dikatakan penularan di area Kuala Kencana itu sangat rendah dibanding dengan apa yang terjadi di Timika yang kita tahu malarianya sangat tinggi,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos.
Wakil Ketua IDI Kabupaten Mimika ini melanjutkan, pola ini juga akan dibawa ke luar wilayah operasional perusahaan untuk diterapkan guna menekan tingginya angka malaria di tengah masyarakat. Hal itu juga yang menjadi harapan PTFI maupun pemerintah.
Seperti diketahui, Kabupaten Mimika merupakan wilayah dengan tingkat kasus malaria tertinggi di Indonesia.
Apabila penanganan malaria dapat dilaksanakan dengan terukur, maka angka malaria di Indonesia pun akan menurun. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…