

Banyak penumpang bahkan terpaksa harus menggunakan perahu untuk mengantar mereka ke kapal. Kepadatan ini tak hanya terjadi di dermaga tetapi juga di kapal. KM. Tatamailau bahkan berangkat dalam keadaan miring ke kanan saat berlayar meninggalkan dermaga.
Rachmansyah pun memberi penjelasan mengenai peristiwa tersebut. Kata dia, yang berada di dermaga bukan hanya penumpang tetapi juga pengantar, penjemput hingga pengunjung pelabuhan Poumako. Termasuk kendaraan roda dua, roda empat, sepeda motor hingga dua ekor babi pun ikut masuk sampai ke dalam dermaga.
“Jadi kelihatan padat kayak lautan manusia. Kemudian ada KRI yang masuk kemarin pagi sebelum KM. Tatamailau masuk dan sandar di bagian utara. Dia turunkan sekitar 2000 personel untuk BKO di Timika, otomatis kan penjemputnya juga banyak, jadi mereka membaur disitu semua. Jadi kelihatan padat karena dua kapal sandar toh, yang satu kasih turun penumpang yang satu kasih turun penumpang 2000 orang,” ujarnya.
Rachmansyah juga menyebut, kepadatan yang terjadi di dermaga pelabuhan Poumako ini dikarenakan sistem keamanan pelabuhan yang menurutnya lumpuh lantaran tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Inilah yang menjadi penyebab masyarakat dengan leluasa dapat memasuki area dermaga tanpa pemeriksaan yang ketat serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…