

Banyak penumpang bahkan terpaksa harus menggunakan perahu untuk mengantar mereka ke kapal. Kepadatan ini tak hanya terjadi di dermaga tetapi juga di kapal. KM. Tatamailau bahkan berangkat dalam keadaan miring ke kanan saat berlayar meninggalkan dermaga.
Rachmansyah pun memberi penjelasan mengenai peristiwa tersebut. Kata dia, yang berada di dermaga bukan hanya penumpang tetapi juga pengantar, penjemput hingga pengunjung pelabuhan Poumako. Termasuk kendaraan roda dua, roda empat, sepeda motor hingga dua ekor babi pun ikut masuk sampai ke dalam dermaga.
“Jadi kelihatan padat kayak lautan manusia. Kemudian ada KRI yang masuk kemarin pagi sebelum KM. Tatamailau masuk dan sandar di bagian utara. Dia turunkan sekitar 2000 personel untuk BKO di Timika, otomatis kan penjemputnya juga banyak, jadi mereka membaur disitu semua. Jadi kelihatan padat karena dua kapal sandar toh, yang satu kasih turun penumpang yang satu kasih turun penumpang 2000 orang,” ujarnya.
Rachmansyah juga menyebut, kepadatan yang terjadi di dermaga pelabuhan Poumako ini dikarenakan sistem keamanan pelabuhan yang menurutnya lumpuh lantaran tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Inilah yang menjadi penyebab masyarakat dengan leluasa dapat memasuki area dermaga tanpa pemeriksaan yang ketat serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…
Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan…