

Babi mati akibat ASF sebelum dikubur di lahan yang disediakan pemerintah beberapa bulan lalu. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Jumlah babi yang mati di Kabupaten Mimika akibat ganasnya virus African Swine Fever (ASF) alias Demam Babi Afrika kini telah mencapai 4250 ekor per Senin, 11 Maret 2024. Jumlah ini dipastikan masih akan terus meningkat.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani melalui pesan singkatnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2024).
Sabelina menekankan, peternak babi dapat terus memperhatikan dan menjaga biosecurity guna memutus mata rantai penyebaran demam babi Afrika tersebut.
“Batasi orang luar masuk ke area kandang. Pemilik ternak juga diingatkan untuk selalu mengganti pakaian saat masuk kandang,” ungkap Sabelina.
“Pemilik ternak harus mengganti pakaian saat memberi makan ternaknya, dan menyediakan sendal atau sepatu khusus di kandang. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” tambahnya.
Sabelina mengimbau, babi yang mati agar tidak dibuang di sembarang tempat, apalagi di sungai. Sebab, jika masyarakat tetap membuangnya maka akan tetap tersebar dan tidak akan habis. (mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…