Hasil dari rapat koordinasi tersebut, Nalensius menyebutkan bahwa untuk pemerataan MBG di wilayah terpencil, pihaknya akan bekerja sama denga investor serta pengusaha-pengusaha lokal.
Sementara itu, untuk beberapa sekolah di wilayah Kota Timika sendiri belum mendapatkan bagian dalam program MBG. Menurut Nalensius, hal ini dikarenakan terbatasnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di Mimika, dapur MBG sendiri baru berjumlah sebanyak 18, angka ini diklaim masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan MBG di Mimika. “Satu dapur itu hanya mencakup 2000 sampai 3000-an. Jadi faktor-faktor ini dengan adanya jumlah SPPG yang masih sedikit makanya belum semua sekolah mendapatkan,” tuturnya.
Alasan ini akan menjadi dasar bagi Tim Satgas MBG untuk melakukan peninjauan guna mengevaluasikan kembali berapa banyak jumlah SPPG yang dibutuhkan di Timika untuk memenuhi akselerasi MBG. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Gubernur Apolo datang bersama Kepala Balai Binamarga Merauke, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan dan Jembatan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga dan melestarikan dusun…
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok…
Ia menambahkan kemistri tim baru terlihat pada paruh kedua kompetisi. Wilson juga menyoroti kebijakan transfer…
Rakor tersebut mengusung tema “Penguatan Penyediaan Data Orang Asli Papua Guna Mendukung Implementasi Undang-Undang (UU)…
Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan mengaku tak heran jika Reno Salampessy menjadi salah satu pilar…