Categories: MIMIKA

Kasus DBD di Kabupaten Mimika Tahun ini Terkendali

MIMIKA – Kasus demam berdarah dengue (DPD) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sampai dengan Agustus 2025 terpantau masih terkendali.  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat, hingga 3 September 2025, jumlah kasus DBD sebanyak 78 kasus.

Hal ini dipaparkan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaluddin saat ditemui, 4 September 2025. Kamaluddin mengaku, terjadi penurunan signifikan kasus DBD dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Kamaluddin menyebutkan, pada tahun 2023 jumlah kasus DBD mencapai 827 kasus. Lalu meningkat di tahun 2024, dengan jumlah menembus angka 1.220 kasus. Kamaluddin menyatakan upaya intensifikasi pencegahan dan pengendalian penyakit DBD dari Dinas Kesehatan cukup berhasil mengatasinya.

“Sekarang kita lebih pada preventif, promosinya lebih kepada kewaspadaan. Fogging juga kita lakukan secara rutin, terutama di sekolah,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

10 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

12 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

13 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

14 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

15 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

16 hours ago