Categories: MIMIKA

Inisiasi Penyusunan Juknis Anggota Dewan Unsur Pengangkatan

Inisiasi Penyusunan Juknis Anggota Dewan Unsur Pengangkatan

TIMIKA–Sesuai amanat Undang Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua yang termuat dalam Pasal 6, maka pengisian kursi DPR Provinsi dan DPR kabupaten/kota, kini tidak hanya melalui proses pemilihan umum, tapi juga diangkat dari unsur Orang Asli Papua (OAP).

Mengingat masa jabatan yang sama yakni selama lima tahun maka, Anggota DPR RI daerah pemilihan Papua, Yan Permenas Mandenas juga mendesak agar proses pengisian DPRP dan DPRD di semua provinsi dan kabupaten di Papua segera dilakukan. Sebab pengisian melalui pemilihan umum atau lewat jalur partai politik sedang berjalan.

Dalam kunjungan kerjanya sekaligus reses ke beberapa kabupaten/kota di Papua, termasuk di Mimika, Sabtu (4/3), Yan Mandenas mengatakan, tahapan Pemilu sudah dilakukan maka DPRP dan DPRD pengangkatan juga sudah harus dilakukan.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengungkapkan, ini merupakan amanat undang-undang yang bertujuan agar masyarakat adat bisa terwakili di DPR kabupaten maupun provinsi.  “Tentunya kita akomodir itu untuk menghindari rasa diskriminasi terhadap OAP yang ketika bersaing di partai politik tidak terpilih, itu alokasikan yang kita berikan,” ujarnya.

Kebijakan ini dikatakan Yan Mandenas sangat spesial karena hanya diberikan bagi Papua. Walaupun tidak ada kajian dan hanya didasarkan pada kesepakatan dan keputusan politik antara DPR dan pemerintah.

Sesuai ketentuan dalam UU Otsus, perhitungan alokasi kursi untuk DPR kabupaten dan DPRP jalur pengangkatan yakni seperempat dari total kursi yang ada. Mengenai siapa yang berhak akan diatur dalam petunjuk teknis yang nantinya diterbitkan oleh pemerintah.

Namun sampai saat ini, dari hasil monitoring di kabupaten/kota di Papua, pemerintah belum menyusun petunjuk teknis. Untuk itu, ia akan mengambil inisiatif untuk penyusunan Juknis secara nasional. “Saya akan meminta rapat kerja dengan pemerintah. Baik menteri terkait, kita akan undang untuk kita rapat dan bahas, Juknis kita susun secara nasional baru kita turunkan dan dilaksanakan daerah,”jelasnya.

Termasuk juga Majelis Rakyat Papua di Daerah Otonom Baru (DOB) yang seharusnya sudah terbentuk sebelum Pemilu. Namun hingga kini belum ada tahapan dari masing-masing DOB, termasuk di Papua Tengah, di mana Pj gubernur baru mengeluarkan undangan bagi kabupaten.

Yan mendesak agar proses ini dilakukan secepatnya agar bisa berjalan sesuai tahapan. Dalam keterwakilan MRP ini berasal dari tiga unsur yaitu tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh adat.(ryu/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

9 hours ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

11 hours ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

14 hours ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

15 hours ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

16 hours ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

17 hours ago