

Valentinus Sudarjanto Sumito. (foto: Moh. Wahyu Welerubun/Cenderawasih Pos)
MIMIKA – Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito menyebutkan, penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun 2024 sampai dengan Oktober 2024 belum mencapai 50 persen.
Meski tak dapat menyebut angka penyerapan secara rinci, kata Valentinus hal ini disebabkan proses pembahasan APBD Kabupaten Mimika yang terlambat dilaksanakan saat itu.
“Ya sudah bisa dibayangkan karena kita terlambat perencanaan waktu itu. Sampai sekarang kita belum sampai 50 persen,” kata Valentinus, Jumat (1/11/2024).
Valentinus berharap, di bulan November ini semua pihak yang sudah berkontrak sudah segera melakukan penagihan kepada pemerintah agar anggaran yang ditagih segera dicairkan.
“Jangan nanti kita tutup kas baru dia menagihkan, wah itu nanti jadi utang. Ini juga kedisiplinan pihak ketiga terkadang dalam urusan pencarian ini, terkadang mereka semangat bekerja tidak melakukan pengadministrasian itu juga yang sudah ingatkan,” katanya.
Sementara itu, untuk pembahasan APBD Kabupaten Mimika tahun anggaran 2025 kata Valentinus akan mulai dilaksanakan pekan depan. “Dengan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-red) kita Senin depan mulai dengan (pembahasan-red) APBD 2025,” pungkasnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…