Categories: MIMIKA

Penyelesaian Tapal Batas, Pemkab Mimika Tunggu Kebijakan Pemprov

MIMIKA – Pemkab Mimika masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terkait penyelesaian tapal batas di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.

Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito saat ditemui di kantor DPRD Mimika, Rabu (2/10)  kemarin mengatakan, sebelumnya Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk telah memimpin rapat bersama pemerintah kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut. Namun, rapat itu ditunda karena beberapa hal.

“Kita (perwakilan dari Mimika-red) itu tidak lengkap kemarin. Undangannya kan pemerintah jadi yang hadir kan pemerintah sementara dari Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiyai itu ada DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) ada tokoh masyarakatnya yang hadir jadi dipending, dimungkinkan minggu ini, kita menunggu undangan dari Provinsi semoga itu bisa segera,” katanya.

Di kampung Wakia, terdapat tambang ilegal yang dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro.  Akibat perebutan tapal batas, ada pihak yang kemudian membakar sejumlah rumah di kampung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deiyai dan Dogiyai itu.

Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa harus mengungsi dan mendirikan tenda darurat di sekitaran pantai sebagai tempat tinggal sementara.  Valentinus mengatakan, penanganan persoalan ini merupakan tugas pemerintah provinsi sehingga pemerintah kabupaten hanya mengikuti aturan yang ada.

Valentinus menilai, sebenarnya jika sudah ada koordinat terkait batas-batas wilayah antar kabupaten dan sebagainya maka masalah tentang batas wilayah seharusnya sudah selesai.  Oleh karena itu, yang mestinya disusul adalah hak adat maupun hak ulayat di wilayah tersebut.

“Karena bisa saja ada terkait dengan adat dan ulayat itu bisa masuk ke wilayah Mimika atau mungkin bisa masuk ke wilayah Deiyai, Dogiyai itu dimungkinkan hal-hal seperti itu makanya harus didudukkan antara pemerintah maupun tokoh masyarakat yang ada untuk bisa ada kesepahaman dalam hal itu,” ujarnya. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

1 hour ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

2 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

3 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

4 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

5 hours ago

Empat WNA asal China Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Nabire

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…

12 hours ago