Categories: MIMIKA

Disparbudpora Targetkan Pembangunan Ekowisata Mangrove Selesai 2026

MIMIKA – Dinas Pariwisata, Kabudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika menargetkan pembangunan Ekowisata Mangrove di Poumako Timika selesai pada 2026.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Mimika, Jacob Jopi Toisuta mengatakan, pemerintah memfokuskan agar pembangunan Ekowisata Mangrove dapat segera terselesaikan. Sebab, sejak awal pembangunannya hingga kini, pembangunan Ekowisata Mangrove tak kunjung selesai.

“Jadi target saya kalo tidak ada halangan (dua tahun) ke depan sudah harus selesai dan kita bisa bergerak ke tempat lain lagi,” kata Jacob saat ditemui, Jumat (31/5/2024).

Jacob menyebutkan, selain Ekowisata Mangrove pemerintah Kabupaten Mimika juga sedang mengupayakan pembangunan tempat wisata di Kampung Ipaya.

Kata Jacob, berkaitan dengan itu tim dari Disparbudpora telah turun ke lokasi untuk bertemu dengan masyarakat setempat serta menyosialisasikan upaya pembangunan tempat wisata di Ipaya.

Ipaya kata Jacob memiliki pantai yang cukup unik. Sebab, di Mimika hanya di tempat itulah wisatawan dapat menemui pantai pasir putih dan air laut yang bersih tanpa dicemari apapun.

Ditambah, beberapa peninggalan sejarah perang dunia kedua ada di kawasan tersebut sehingga wisatawan dapat mengunjunginya. “Nanti dalam waktu dekat mereka akan melakukan pembangunan home stay-home stay sesuai dengan master plan yang sudah ditetapkan. Anggarannya kecil saja cuman Rp1 milliar,” ungkap Jacob.

Jacob sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi tersebut. Sebab, untuk menarik wisatawan salahsatu faktornya adalah keamanan dan kenyamanan.

Sementara itu, mengingat jaraknya yang sangat jauh dari pusat kota Kabupaten Mimika, Jacob bilang pemerintah akan menyediakan fasilitas pendukung untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

“Paling utama kita action dulu, kalau kota sudah action kota mencari sponsor ataupun kerja sama pasti akan datang. Tapi yang paling utama saya tekankan adalah keamanan dan kenyamanan,” katanya.

Kemudian, pemerintah juga akan membawa masyarakat setempat sebagai pengelola untuk menjalani studi banding di luar Mimika agar dapat menerapkan ilmu yang didulang untuk diaplikasikan dalam pengelolaan wisata di daerah.

Ia juga menegaskan, upaya dalam melestarikan lingkungan untuk keberlangsungan wisata akan terus ditingkatkan. (mww)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Populasi Satwa Endemik Papua Semakin Berkurang

Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…

48 minutes ago

Cek-cok di Jalan Poros SP 5 Timika, Korban Tewas Ditikam Badik

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…

3 hours ago

Gubernur Apolo Ingatkan Peserta Konvenda PPK se-Regio Papua Perkuat Iman

Momentum akbar itu mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.” Kegiatan ini  menjadi forum pertemuan…

8 hours ago

Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai dan Sayuran

Harga cabai, khususnya cabai rawit, di Pasar Wamanggu Merauke pada Jumat (18/9/2026) berada di kisaran…

9 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

1 day ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

1 day ago