Categories: MIMIKA

Pengembangan Bandara Mozes Kilangin Mulai Dibahas

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai membahas rencana pengembangan menyeluruh terhadap Bandar Udara Mozes Kilangin Timika.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Jania Basir menjelaskan, rencana pengembangan bandara ini dilatar belakangi oleh tiga hal.

Yang pertama, salah satu modal pembangunan transportasi adalah terjalinnya konektivitas antar wilayah dan daerah, baik menuju dan keluar dari Papua Tengah.  Yang kedua, menurut data pada tahun 2023, frekuensi penerbangan dan pergerakan penumpang akan mengalami peningkatan sebanyak 720.000 orang dengan estimasi 70.400 pergerakan pesawat terbang dan mendarat.

Dan  ketiga, peningkatan layanan dengan peningkatan infrastruktur Bandar Udara Mozes Kilangin dalam mewujudkan 3S, yakni Safety, Security, Services and Compliance sehingga memiliki daya saing dengan bandara-bandara besar lainnya yang ada di Indonesia.

“Jadi perencanaan pengembangan bandara itu kita bicara untuk pengembangan keseluruhan badara, baik itu runwaynya apronnya, taxiway paralelnya, ataupun semua fasilitas yang ada di bandara,” kata Jania saat ditemui usai pelaksanaan Seminar Pendahuluan yang dilaksanakan di salahsatu hotel di Mimika, Jumat (30/8/2024).

Jania mengatakan, perencanaan pengembangan ini dimaksudkan untuk mewujudkan pengembangan prasarana bandar udara yang sesuai dengan ketentuan teknis operasional yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan serta pembangunan bandar udara yang efektif dan efisien.

Jania merincikan, kondisi eksisting bandara Mozes Kilangin memiliki panjang landasan 2.390 meter dengan lebar 45 meter.  Dan  Bandar Udara Mozes Kilangin Timika melayani 26 rute penerbangan penumpang dan 7 rute pengiriman logistik. Bandara ini juga dilengkapi dengan fasilitas setara bandara internasional lainnya seperti terminal penumpang yang luas, fasilitas tempat parkir kendaraan dan akses keluar masuk kendaraan untuk menjemput dan menurunkan penumpang.

  Rencananya, dokumen tersebut akan rampung pada Desember 2024 mendatang. Sedangkan, tahapan penelitian sendiri kata Jania bakal memakan waktu kurang lebih 2 tahun bahkan lebih.  “Jadi kita bertahap, bukan bahwa kita rencanakan satu ini saja dulu tapi ini untuk ke depannya. Jadi dokumen perencanaannya sudah harus siap di 2024. Nanti ada seminar antara kemudian seminar akhir,” tutur Jania. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tinggi Minat Orang Tua, Penerimaan Murid Baru Terkendala Fasilitas Gedung

  Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…

9 hours ago

Mendagri Canangkan Program Bedah Rumah Serentak di Kampung Mosso

   Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…

15 hours ago

23 Rumah Warga Akan Direhabilitasi

   Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…

16 hours ago

Pemprov dan Pemkot  Diminta Tindak Lanjuti Gerakan Indonesia Asri 

  Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…

17 hours ago

Mendagri: 29 Persen Masyarakat di Papua Tak Miliki Rumah

Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…

23 hours ago

Sempat Menanyakan Saya Salah Apa

Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…

24 hours ago