Categories: SENTANI

Ciptakan Lingkungan Hijau Pasca Banjir

Ketua Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Uncen, Samuel Jeujanan, S.Pd, M.Si, didampingi oleh Ketua CPA Hirosi Papua, Mashall Suebu bersama para dosen dan mahasiswa saat hendak melakukan penanaman secara simbolis di Kali Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (26/4).( FOTO : Yewen/Cepos)

Mahasiswa Prodi Geografi Uncen Tanam Pohon di Bantaran Kali Kemiri

SENTANI-Dalam rangka menciptakan lingkungan yang hijau pasca banjir bandang yang menerjang wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, mahasiswa Pendidikan Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama-sama dengan CPA Hirosi Papua melakukan penanaman pohon di bantaran Kali Kemiri, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (26/4).

Ketua Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Uncen, Samuel Jeujanan S.Pd, M.Si, mengungkapkan, pihaknya menanam beragam jenis pohon untuk mitigasi banjir bandang di bantaran Kali Kemiri Sentani.

“Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka memperingati 10 tahun program studi ini dengan melakukan gerakan hijau di pegunungan cagar alam Cycloop,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos usai melakukan penanaman pohon di Kali Kemiri Sentani, Jumat (26/4).

Menurut Samuel, kegiatan ini berjalan atas kerja sama dengan CPA Hirosi Papua dan dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan adat setempat.

“Ini merupakan bagian dari mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang tertimpa musibah banjir di Sentani,” ucapnya.

Samuel, menjelaskan, tujuan dari kegiatan penanaman pohon ini adalah bagaimana mengembalikan sistem perakaran hutan agar mampu meredam banjir, mengikat batuan dan menjaga kestabilan tanah sepanjang zona bantaran kali.

“Tanaman hutan yang kami tanam yaitu jenis-jenis akar tunjang dan akar serabut, seperti kayu mahoni, bintangur, pohon Cenderawasih (maniltoa glandfora) dan bambu,” jelasnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada CPA Hirosi Papua dan Ondoafi Kampung Ifale di Kemiri yang telah memberikan lahan sebagai laboratorium alam.

“Harapannya kerja sama ini berlanjut, hingga Cycloop hijau kembali dan masyarakat terlindung dari longsor dan banjir,”harapnya. (bet/tho)

newsportal

Recent Posts

Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus Video Asusila Seorang Influencer Jayapura

Ketiga tersangka masing-masing berinisial RS, AS, dan II. Mereka diduga memiliki peran berbeda dalam kasus…

14 hours ago

Satu Tersangka Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Dibebaskan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean menjelaskan,…

15 hours ago

Dua Anggota Polres Diperiksa Terkait Penembakan Warga

Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari proses mediasi antara korban pencurian dan terduga pelaku kasus…

18 hours ago

Kritik Latihan Fisik Ala Militer, Natalius Pigai: Ini Bukan Mau Perang!

Menurut Pigai, substansi utama dari pembentukan aparatur atau pengurus koperasi bukanlah ketahanan fisik layaknya prajurit…

19 hours ago

Tak Bisa Dibaca oleh AI, Pernah Dimintai Pendapat Oleh HRD

Di lantai satu, meja-meja kayu tertata rapi. Di dinding-dinding ruangan terpampang tulisan penuh falsafah Jawa.…

20 hours ago

Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara dan Bayar Uang pengganti Rp 809 Miliar

Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan, Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana…

1 day ago