Categories: SENTANI

Dewan Adat Tolak Aksi Demo di Bumi Kenambai Umbai

Sejumlah ondoafi  di Kabupaten Jayapura  saat jumpa pers terkait penolakan  aksi demostrasi di Kabupaten Jayapura di Obhe Helebhey Sentani, Senin (26/8).( foto : Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sejumlah tokoh dewan adat (Ondoafi) dan beberapa organisasi pemuda baik lokal maupun nasional di Kabupaten Jayapura sepakat menolak dengan tegas rencana aksi demonstrasi di Kabupaten Jayapura sehubungan dengan kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut para tokoh adat ini, Kabupaten Jayapura harus aman dan tidak boleh ada aksi demonstrasi seperti yang terjadi di daerah Papua lainnya, karena aksi demonatrasi sangat bertentangan dengan budaya orang asli Papua di Kabupaten Jayapura.

Yanto Eluay, Ondofolo Kampung Sereh mengatakan, penolakan terhadap rencana aksi atau demosntrasi di Kabupaten Jayapura itu sebagai bentuk  dukungan masyarakat adat  yang diwakili oleh para ondoafi untuk menjamin keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayapura. 

Yanto meminta dengan tegas, siapapun masyarakat yang tinggal atau berdomisili di Kabupaten Jayapura agar tidak melakukan gerakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

“Hari ini dalam kesempatan ini, saya mau pertegas bahwa sebagai pemimpin masyarakat adat, sebagai pemilik hak ulayat di mana wilayah pemerintahan Kabupaten Jayapura ini berada, mengimbau kepada saudara- saudara kita yang berdomisili di kabupaten ini untuk tidak lagi melakukan aksi di Kabupaten Jayapura,” katanya.

Lanjut dia, masyarakat adat di kabupaten Jayapura dan juga organisasi pemuda telah bersepakat dengan tegas menolak adanya aksi di Kabupaten Jayapura.

Dia mengatakan, terkait persoalan ungkapan bernada rasis yang memicu persoalan itu, sebenarnya sudah diklarifikasi dan diselesaikan oleh pemerintah. Sehingga tidak dibenarkan jika masih ada aksi-aksi yang justru mengancam persatuan dan kesatuan bangsa dan negara ini.

“Sebagai manusia beragama, satu manusia Papua dia memiliki tiga identitas, yakni sebagai warga adat, sebagai warga beragama dan sebagai warga negara,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili golongan muda, Ketua KNPI Kabupaten Jayapura, Erol Mody Marweri meminta kepada seluruh kaum muda di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura agar lebih dewasa dalam menyikapi sebuah persoalan yang sedang terjadi.

“Kami berpikir berbagai macam isu yang sedang berkembang saat ini adalah isu yang sedang dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Oleh sebab itu ia meminta kepada seluruh pemuda di Kabupaten Jayapura baik Papua maupun non Papua agar sama-sama bergandengan tangan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayapura.

“Kabupaten Jayapura sebagai rumah bersama, apa yang dicanangkan oleh Pemkab Jayapura bahwa kabupaten ini sebagai zona integritas kerukunan, wajib kita sama-sama menjaga itu,” tutupnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

11 hours ago