Categories: SENTANI

Banyak Dusun Sagu Terbakar, Bupati Prihatin

Kndisi Dusun Sagu yang terbakar di sekitar Pantai Kalkote Kampung, Harapan Sentani, Selasa (25/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si sangat perihatin dengan banyaknya lahan atau dusun sagu yang rusak akibat terbakar di sejumlah lokasi di Kabupaten Jayapura.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura ini, kondisi itu bisa saja terjadi karena sengaja dibakar atau  karena faktor lain misalnya karena musim kemarau panjang, yang mana biasanya sangat rentan terjadinya kebakaran. 

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak agar tidak banyak berspekulasi mengenai hal  itu.  Apalagi kata dia, rusaknya lahan sagu akibat terbakar api, bukan baru kali ini saja. Hampir setiap musim kemarau, lahan sagu atau lahan kering lainnya sering dilanda kebakaran.

Dia menegaskan, terbakarnya dusun sagu jangan dikaitkan dengan PON. Di satu sisi, dia juga mengakui, adaanya pembangunan ruas jalan baru  yang melewati dusun sagu. Dengan demikian sudah pasti ada pohon sagu yang dikorbankan. Meski begitu, pemerintah tidak menutup mata, Pemkab Jayapura telah memberikan kompensasi kepada masyarakat adat yang sudah menyerahkan sebagian lahan untuk pembangunan jalan itu.

“Kalau bangun jalan, pasti ada konsekuensinya, tidak bisa kita bangun jalan di udara, harus di atas tanah. Jadi,  kami sudah bicarakan, akan ada pengorbanan. Mulai di Kampung Asei Kecil, Kampung Harapan, Netar dan di Ifar Besar, itu sudah dibicarakan semua,” ungkap Bupati Mathius.

Lanjut dia, dalam membayar kompensasi tanaman sagu yang menjadi korban atas pembangunan ruas jalan baru itu, Pemkab Jayapura tetap mengacu pada Perda tentang sagu. Di mana selain memberikan kompensasi sesuai harga di dalam Perda itu, pemerintah juga memastikan akan menanam kembali sesuai jumlah sagu yang ditebang untuk kepentingan pembangunan ruas jalan baru itu.

“Nah masyarakat adat pemilik ulayat itu sendiri yang menyediakan lahan, pemerintah bisa menanam kembali sagu  atau mengganti sagu yang sudah ditebang,” bebernya.

Dia menambahkan, setiap ada pembangunan pasti ada yang dikorbankan dan itu merupakan konsekuensi yang harus diambil. Meski demikian, pemerintah  berupaya supaya  pengorbanan yang dimaksud itu harus sekecil-kecilnya. “Jangan terlalu besar, Oleh karena itu kita meminimalisir dengan cara menanam kembali,” tambahnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

9 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

11 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

13 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

19 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

21 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago