Categories: SENTANI

FDS, Jalan Alternatif Dipalang

SENTANI – H-1 pelaksanaan FDS 2024, Selasa (18/6) kemarin,  jalan alternatif dari arah Keleblou dan Netar masih dipalang. Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan yang ingin masuk area FDS atau Khalkote harus putar balik dan mengikuti jalur utama. Bahkan akses yang dinilai lebih nyaman dan aman tersebut untuk sementara ditutup.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura Ted Y Mokay,  mengaku pihaknya tengah melakukan negosiasi terkait pemalangan jalan tersebut.

“Kami harap pada pelaksanaan FDS Rabu (19/6) hari ini, tidak ada kendala dan jalan tersebut sudah dibuka kembali, “ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (18/7) kemarin.

Meski demikian, pihaknya pastikan pelaksanaan FDS tetap dilakukan, meski H-1 masih melalui jalur utama. “Pemalangan ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat, namun kami upayakan agar pelaksanaan FDS nanti semua akses bisa digunakan, ” terangnya.

Sementara itu, Anis seorang pengguna jalan alternatif mengakui bahwa pemalangan jalan tersebut baru-baru saja dilakukan.

“Karena sebelumnya kami masih dapat melintas dijalan alternatif ini, sekarang memang sudah dipalang menggunakan batu, pohon yang ditebang dan juga rumput yang diletakkan pada badan jalan, ” Jelasnya. (ana/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Banyak Daerah Tak Mampu Lagi Bayar Gaji PPPK

Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…

13 hours ago

Diduga Karena Persoalan Asmara

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…

14 hours ago

Pentingnya Investasi Pendidikan dalam Memajukan Papua

Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…

15 hours ago

Gas LPG 12 Kg Tembus Rp400 Ribu

Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…

16 hours ago

“Halo Pak Presiden, Ini Bagaimana Makanan MBG Ada Ulat”

Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…

17 hours ago

Dari Sampah Hingga Penyelundup yang Kucing Kucingan

Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…

18 hours ago