Categories: SENTANI

Pemkab Hentikan Sementara Layanan KBM di Semua Sekolah

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  didampingi sejumlah Forkompimda saat jumpa pers mengenai siaga kasus Corona di Kabupaten Jayapura, Selasa (17/3).(FOTO: Robert Mboik Cepos)

Pemkab Hentikan Sementara Layanan KBM di Semua Sekolah 

SENTANI- Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Jayapura memutuskan untuk menghentikan sementara layanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  di seluruh  sekolah  se-Kabupaten Jayapura selama 14 hari ke depan. 

Keputusan itu mulai diberlakukan, hari ini, Rabu (18/3) hingga 14 hari ke depan. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi resiko suspect virus Corona terhadap siswa atau guru di lembaga pendidikan yang ada.

“Kami baru saja putuskan bersama beberapa stakeholder untuk menghentikan sementara KBM di semua sekolah. Jadi kita melihat kondisi setempat, aktivitas yang tinggi dan pertemuan-pertemuan, mobilisasi tinggi mungkin itu yang perlu dibatasi,” kata Mathius Awoitauw saat jumpa pers terkait siaga Corona di Kabupaten Jayapura, Selasa (17/3).

Dia menegaskan, sehubungan dengan nonaktifnya kegiatan KBM di semua  sekolah di Kabupaten Jayapura  itu, diminta kepada guru agar tetap menjadwalkan layanan KBM secara online, khusus sekolah yang mempunyai jaringan internet. 

Kemudian orang tua juga harus mengawasi kegiatan anak di rumah.

“Kami sudah diskusi panjang lebar, kalau ini tinggal di rumah,  siswa-siswi ini harus jelas pengawasannya, harus jelas tugasnya dari guru-guru. Jadi proses  belajar mengajar bisa berjalan dengan online, tetapi  ini harus disiapkan semua. Jadi bukan libur, libur ini konotasinya dia mau kemana mana.  Tetapi ini adalah tindakan khusus, karantina misalnya,” tegas Bupati Mathius.

Dia menambahkan, status khusus ini berlaku di semua sekolah, meski demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap lalulintas masyarakat khususnya yang berasal dari daerah pinggiran dan pedalaman. Kata dia, dinonaktifkan sementara artinya, tidak ada aktivitas siswa ke kota begitu juga masyarakat.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak keamanan untuk melakukan pengawasan terhadap lalulintas guru dan siswa. Perlu diketahui, ini bukan libur tapi karantina mandiri,”ujarnya.

Lebih lanjut Mathius mengatakan,   ini juga sudah sesuai arahan presiden. “Daerah silahkan ambil langkah langkah, tapi itu harus dibicarakan secara matang, bersama dengan semua stakeholder yang ada, dan itu sudah dilakukan Pemkab Jayapura,” ungkapnya menirukan pernyataan Presiden Jokowi.

Menurutnya,  yang paling penting adalah  arah kebijakan yang diambil daerah tidak boleh menimbulkan masalah baru, tidak boleh merugikan masyarakat setempat.  Untuk itu, semua pihak harus terlibat.

“PHRI dan restoran juga harus mengambil langkah- langkah konkrit di situ,  misalnya orang datang makan keluar masuk di situ, apa yang dilakukan. Supaya steril di situ . Jadi semua pihak kita kerahkan,” pungkasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Tiga Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Untuk yang pertama diterbangkan di hari kedua pasca insiden penembakan tersebut Korban Aprida Rapi diterbangkan…

1 day ago

Bupati Gusbager Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini…

1 day ago

Polisi Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka

Kedelapan tersangka masing-masing FA (30), YA (33), RA (35), ZT (40), OR (29), RA (42),…

1 day ago

Pemkab Jayapura Masih Punya Utang Tanah Rp211 Miliar, Dibayar Bertahap

Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyelesaian kewajiban pembayaran tanah yang telah digunakan…

1 day ago

Dua Orang yang Diculik KKB Dilaporkan Lolos, Namun Satu Tewas

Dua dari sembilan perempuan yang menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik…

1 day ago

Terancam Kekurangan Pangan, Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan ke 6 Distrik

Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP menyatakan Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengalokasikan beras sebanyak 13…

1 day ago