Categories: SENTANI

Program Kotaku Tangani 21 Hektar Daerah Kumuh

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si ketika memotong pita tanda diresmikannya jalan dan jembatan yang dikerjakan melalui program Kotaku di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Sabtu (12/12). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Program Kota Tanpa Kumuh  (Kotaku)  merupakan salah satu program dari Kementerian PUPR, melalui Dirjen Cipta Karya. Untuk Papua, program itu dilaksanakan di tiga lokasi, salah satunya dilakukan di Kabupaten Jayapura tepatnya di Kelurahan Hinekombe  dan Kampung Sereh.

Faris Efendi Darmawan ST, Pejabat Pembuat Komitmen BPK pengembangan kawasan pemukiman balai prasarana berhubungan wilayah Provinsi Papua, menjelaskan, kegiatan yang berhasil dikerjakan yaitu pembangunan saluran drainase,  jalan dan jembatan. 

Salah satu platform program ini adalah kolaborasi. Di mana dalam pelaksanaan pekerjaannya melibatkan unsur masyarakat yang juga berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten dan pemerintah provinsi  sampai pusat dengan metode pelaksanaannya berbasis masyarakat.

“Jadi istilahnya dari oleh dan untuk masyarakat,”katanya kepada wartawan usai peresmian penggunaan jembatan di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Sabtu (12/12).

Dia mengatakan, di Kabupaten Jayapura total luas kumuh pada tahun 2015 yang terdeteksi di dua Kelurahan ini kurang lebih 44 hektar. Sumbangsih pengurangan luasan kumuh setelah dilakukan penanganan infrastruktur melalui program Kotaku, kurang lebih sekitar 21 hektar yang berhasil ditangani.

Dia juga mengatakan, dalam pelaksanaannya dari provinsi melakukan pendampingan terhadap penyediaan fasilitator atau pendamping untuk membentuk badan keswadayaan masyarakat sampai kepada kelompok swadaya masyarakat. 

Mereka diajari bagaimana untuk merencanakan, kemudian mengelola keuangan, mengelola kegiatan secara langsung kemudian sampai pada menentukan kelompok pemanfaat pemelihara. Diharapkan kelompok pemanfaat pemelihara ini juga bisa membantu untuk memelihara seluruh infrastruktur yang sudah dibangun terkait dengan pengembangan ekonomi kawasan nanti. 

“Yang dikerjakan  tahun ini untuk jalannya ada 2 Km lebih, sedangkan untuk saluran drainase nya ada sekitar 500-an meter. Ini menggunakan anggaran Rp 2 miliar. Kemudian ada juga swadaya masyarakkat dan bantuan dari pemerintah Kabupaten Jayapura. Kuncinya itu semakin besar swadaya maka indikator program itu semakin tinggi,”paparnya.

Sementara itu Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw  sangat mengapresiasi pekerjaan jumlah fasilitas umum untuk penanganan kota tanpa kumuh di Kabupaten Jayapura yang sudah dilakukan oleh Kementerian PUPR. 

(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

37 minutes ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

1 hour ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

2 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

2 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 hours ago