

Eqbert Kopeuw (FOTO: Robert Mboik Cepos)
Semua Pihak Harus Terlibat Dalam Memerangi Narkoba
SENTANI- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Eqbert Kopeuw mengaku prihatin dengan adanya siswa di salah satu SMP dan salah satu SMA di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura yang pernah ditangkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten Jayapura karena terjerumus dalam dunia narkoba terutama ganja.
“Sebagai tenaga pendidik tentu kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena anak-anak sekolah ini adalah generasi masa depan bangsa, generasi masa depan Papua. Karena itu semestinya hal-hal atau praktik-praktek negatif semacam ini jangan sampai mereka terlibat,” kata Eqbert Kopeuw, Rabu (12/4).
Terkait dengan kondisi ini, maka pihak yang disorot jangan hanya pihak sekolah maupun dinas pendidikan karena narkoba merupakan musuh bersama. ”Tugas menangani persoalan peredaran narkotika terutama ganja di kalangan siswa-siswi ini bukan saja menjadi tugas guru-guru di sekolah maupun Dinas Pendidikan.
Karena sudah dipastikan anak-anak berada di lingkungan sekolah itu dibatasi oleh waktu yaitu 7 sampai 8 jam, selebihnya mereka berada di luar lingkungan sekolah baik di lingkungan masyarakat, keluarga dan sebagainya.
“Tugas Dinas Pendidikan itu bagaimana membina mendidik dan mengajar. Oleh karena itu kami juga meminta supaya badan atau dinas yang lain juga mengambil tanggung jawab untuk bisa melakukan upaya-upaya pencegahan. Kami punya tugas di sekolah itu hanya 7 sampai 8 jam, selebihnya anak-anak itu berada di luar di lingkungan masyarakat dan juga di rumah,”kata Eqbert Kopeuw, Rabu (12/4).
Karena itu untuk menangani masalah peredaran atau penyalahgunaan ganja di kalangan siswa-siswi atau generasi muda Papua di Kabupaten Jayapura ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama lintas sektoral mulai dari BNN itu sendiri dan juga institusi-institusi pemerintah, termasuk juga organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Jayapura.
“Masyarakat, keluarga, orangtua, OPD, semua pihak harus terlibat memerangi masalah Narkoba ini. Kalau semua persoalan dikasih ke Dinas Pendidikan, saya pikir itu juga menjadi satu pernyataan yang salah. Kami juga sudah melakukan hal itu selama ini, semua kegiatan sekolah-sekolah selama ini mulai dari MOS, Ospek dan lain-lain kita selalu panggil BNN untuk memberikan pencerahan kepada pihak sekolah dan siswa,”tandasnya.(roy/ary)
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…