Categories: SENTANI

Kadisdik Prihatin, Generasi Muda Terlibat Narkoba

Semua Pihak Harus Terlibat Dalam Memerangi Narkoba

SENTANI- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Eqbert Kopeuw mengaku prihatin dengan adanya siswa di salah satu SMP dan salah satu SMA di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura yang pernah ditangkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten Jayapura karena terjerumus dalam dunia narkoba terutama ganja.

“Sebagai tenaga pendidik tentu kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena anak-anak sekolah ini adalah generasi masa depan bangsa, generasi masa depan Papua. Karena itu semestinya hal-hal atau praktik-praktek negatif semacam ini jangan sampai mereka terlibat,” kata Eqbert Kopeuw, Rabu (12/4).

Terkait dengan kondisi ini, maka pihak yang disorot jangan hanya pihak sekolah maupun dinas pendidikan karena narkoba merupakan musuh bersama. ”Tugas menangani persoalan peredaran narkotika terutama ganja di kalangan siswa-siswi ini bukan saja menjadi tugas guru-guru di sekolah maupun Dinas Pendidikan.

Karena sudah dipastikan anak-anak berada di lingkungan sekolah itu dibatasi oleh waktu yaitu 7 sampai 8 jam, selebihnya mereka berada di luar lingkungan sekolah baik di lingkungan masyarakat, keluarga dan sebagainya.

“Tugas Dinas Pendidikan itu bagaimana membina mendidik dan mengajar. Oleh karena itu kami juga meminta supaya badan atau dinas yang lain juga mengambil tanggung jawab untuk bisa melakukan upaya-upaya pencegahan. Kami punya tugas di sekolah itu hanya 7 sampai 8 jam, selebihnya anak-anak itu berada di luar di lingkungan masyarakat dan juga di rumah,”kata Eqbert Kopeuw, Rabu (12/4).

Karena itu untuk menangani masalah peredaran atau penyalahgunaan ganja di kalangan siswa-siswi atau generasi muda Papua di Kabupaten Jayapura ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama lintas sektoral mulai dari BNN itu sendiri dan juga institusi-institusi pemerintah, termasuk juga organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Jayapura.

“Masyarakat, keluarga, orangtua, OPD, semua pihak harus terlibat memerangi masalah Narkoba ini. Kalau semua persoalan dikasih ke Dinas Pendidikan, saya pikir itu juga menjadi satu pernyataan yang salah. Kami juga sudah melakukan hal itu selama ini, semua kegiatan sekolah-sekolah selama ini mulai dari MOS, Ospek dan lain-lain kita selalu panggil BNN untuk memberikan pencerahan kepada pihak sekolah dan siswa,”tandasnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

25 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

1 hour ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

13 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

21 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

22 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago