

Beberapa anak-anak saat mengisap lem Aibon di depan Alfamidi Pasar Lama Sentani, Senin (9/10)kemarin. (FOTO:Priyadi/Cepos)
SENTANI -Masalah anak jalanan (Anjal) yang sering konsumsi lem Aibon maupun orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sering ditemukan di Kota Sentani, menjadi perhatian serius Pemkab Jayapura melalui OPD terkait yakni Dinas Sosial dan Dinas Pembersihan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) maupun Dinas Kesehatan. Hal ini dikatakan Sekda Kabupaten Jayapura Hana S.Hikoyabi, di Sentani (9/10)kemarin.
Sekda Hana menyebutkan, dalam upaya penanganan ODGJ dan anak jalanan di Kota Sentani, Pemkab Jayapura telah membentuk tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).
“Pemkab Jayapura telah membentuk TPKJM di dalamnya ada beberapa OPD teknis yang bisa melakukan berbagai tugas dan fungsinya masing- masing seperti Dinas Kesehatan tentu membantu dalam hal kesehatan, Dinas Sosial terkait di lapangan mendata ODGJ dan Anjal, DP3A memberikan pendampingan dan ada tim lainnya yang juga terlibat melalui tupoksinya masing masing,”jelasnya.
Diakui, pembentukan TPKJM merupakan upaya pemerintah dalam menangani kasus ODGJ dan TPKJM akan menjadi cikal bakal pusat pengendalian kesehatan jiwa. Sekda berharap semua yang terlibat di dalam TPKJM bisa melakukan koordinasi yang baik.(dil/ary)
Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…