Categories: SENTANI

Tangani Covid-19, Pemkab Siapkan Rp 15 Miliar

Bupati Jayapura saat memimpin rapat terkait penanganan dampak Covid-19  di Kabupaten Jayapura, Senin (6/4). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw  menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura sangat serius menyikapi Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia.

Terkait dengan itu, Pemkab Jayapura telah menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk menangani Covid-19 itu.

“Mungkin akan ditambah karena masih lihat kondisi ke depan,” kata Mathius Awoitauw saat dihubungi media ini, Selasa (8/4).

Sehubungan dengan itu, Bupati Matius meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhubungan langsung  dengan perekonomian di Kabupaten Jayapura supaya turun tangan mengatasi dampak dari wabah Covid-19 di Kabupaten Jayapura.

Hal ini juga sebagai langkah Pemkab Jayapura  menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang percepatan penanganan Covid-19 di lingkungan pemerintah daerah. Secara umum rapat tersebut membahas langkah Pemkab Jayapura menyikapi dampak yang terjadi saat ini terkait dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat akibat merebaknya virus Corona di Kabupaten Jayapura.

Banyak karyawan harus bekerja di rumah, banyak pusat perbelanjaan hiburan seperti mall, restoran, cafe dan hotel tutup. Para pekerja berpenghasilan harian juga ikut merasakan dampaknya, seperti tukang ojek, pedagang keliling, pedagang pasar, warung makan, penjual pinggir jalan dan semua sektor informal terkena dampaknya.

“Sudah banyak yang merasakan kesulitan dalam mencari nafkah untuk makan sehari-hari, sehingga kita segera mengambil langkah langkah untuk penanganannya,”kata Mathius Awoitauw usai rapat tersebut di Kantor Bupati Jayapura, Senin (6/4).

Dia  menjelaskan, Pemkab Jayapura dalam mempercepat penanganan Covid-19 lebih mengedepankan sejumlah langkah yakni  menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan karyawan yang telah kehilangan pekerjaannya, sebagai bentuk perhatian terhadap nasib para pelaku ekonomi saat ini.

“Ada tiga hal yang diberikan perhatian, pertama bidang ekonomi, kesehatan, dan pengamanan sosial. Bidang ekonomi dan pengamanan sosial itu lebih dilakukan akibat dampak pembatasan, dampak ekonomi seperti apa,”ujarnya.

Untuk itu,  setiap OPD yang mengurus bidang ekonomi di Kabupaten Jayapura sudah harus rancang kegiatannya dan  upaya apa yang harus dilakukan untuk menangani dampak ekonomi itu.  

OPD terkait sudah harus mulai melakukan pendataan warga yang berhak menerima bantuan sosial. Juga memperhatikan ketersediaan stok bahan makanan di Kabupaten Jayapura selama beberapa bulan ke depan. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

21 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago