Categories: PEGUNUNGAN

Polres Sebut Ada Oknum Mahasiswi Jadi Provokator

Kapolres Jayawijaya saat melakukan jumpa pers pelaku kerusuhan yang ditangkap beberapa waktu lalu ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA–Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada tambahan jumlah tersangak terkait kerusuhan di Wamena 23 September lalu. Namun dari 15 orang tersangka yang diamankan, yatakan jika perkembangan TSK, sementara belum ada penambahan dimana jumlah yang diamankan, salah satunya adalah mahasiswi berinisial TN (23) yang keterlibatannya memprovokasi untuk membakar Kampus Yapis pada saat kejadian.  

  “Saat ini masih ada 4 orang yang dinyatakan sebagai DPO, cuma kita berusaha mencari aktor intelektual, sehingga dalam satu minggu ini kita akan ungkap, dan saat ini kita masih pengejaran, hanya saja ada satu mahasiswi yang juga terlibat dan telah kita amankan,”ungkapnya Selasa (29/10) kemarin. 

   Penangkapan seorang mahasiswi ini berdasarkan rekaman video yang diperoleh kepolisian, sehingga dapat dipastikan dari 19 pelaku ini salah satunya adalah oknum mahasiswi yang menganjurkan untuk membakar kampus tersebut yang ia sendiri menuntut ilmu disana. 

  “Sangat disesalkan karena ini mahasiswi di Kampus Yapis sendiri yang mengkoordinir untuk membakar kampusnya, sedangkan motifnya belum disampaikan hanya saja yang diakuinya hanya spontanitas saja ketika kerusuhan,”jelas Kapolres.

   Setelah memberikan waktu untuk mencari pelaku, Kapolres yakin identitas pelaku sudah dikantongi kepolisian. Hanya saja pihaknya   perlu menunggu  saat yang tepat untuk melakukan penangkapan kepada pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO, bahkan juga aktor intelektual di balik kerusuhan kemarin.

  “Kita sudah mengantongi identitas mereka, sehingga dalam jangka waktu dekat ini kita tinggal mengkap mereka, dan saat ini kita hanya menunggu waktu yang tepat saja,”beber Tonny Ananda.

   Menurutnya, beberapa oknum dari sejumlah warga yang ada di dalam rekaman yang didapatkan pasca kerusuhan masih dilakukan identifikasi, dimana kepolisian harus memastikan kebenarannya  sebelum melaKukan penangkapan. Sebab  terkadang ada kemiripan-kemiripan satu dengan lainnya, sehingga perlu kecermatan dalam indentifikasi. 

  “Kita pastikan dahulu melalui saksi, barang bukti baru kita lakukan penangkapan, sementara untuk video rekaman kita masih identifikasi dengan baik terlebih dulu sehingga tak terkesan ada salah tangkap karena terkadang ada kemiripan,”jelas Kapolres Tonny Ananda.

  Dalam mengungkapkan masalah ini, Kata Tonny Ananda, aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya  profesional dalam menangani hal ini, sehingga  pihaknya tidak semena-mena asal tangkap orang atau yang diduga sebagai pelaku kerusuhan. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kapolres Jayapura Bantah Penyerangan Dilakukan Oleh OPM

Setelah kabar ini tersebar Dion langsung bertolak menuju Taja dan mengecek langsung kondisi disana. Ia…

2 hours ago

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

3 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

3 days ago