Categories: PEGUNUNGAN

Registrasi Sosial Ekonomi Tidak Ada Hubungannya dengan Pemilu

WAMENA– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya mulai melakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaharui basis data terpadu, mendekatkan karakteristik penduduk, mulai dari sosial ekonomi penduduk, perumahananya dan lain-lain, itu yang akan kumpulkan oleh petugas di lapangan dari 14 Oktober sampai 15 November nanti.

Kepala BPS Cabang Jayawijaya, Jianto, SH, MH menyatakan, selama ini ada banyak data di kementerian, baik dinas sosial, BKKBM, karena itu, presiden menginstruksikan BPS untuk melaksanakan pendataan registrasi sosial ekonomi penduduk yang tujuannya untuk mendekatkan karakteristik penduduk, mulai dari sosial ekonomi penduduk, perumahananya dan lain-lain.

“Kita melibatkan petugas 269 orang untuk Jayawijaya, ini tugas yang dibebankan kepada BPS bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui Bappeda, Dinsos, Kominfo, DPMK, makanya kita lakukan rapar koordinasi (Rakorda)  hari ini,” ungkapnya usai Rakorda pendataan awal registrasi sosial ekonomi di Hotel Baliem Pilamo Wamena, Senin (26/8), kemarin.

Ia menyatakan, Rakorda ini untuk bersama-sama bergandengan tangan dan saling mendukung untuk suksesnya kegiatan itu, karena data ini ditunggu presiden dan akan digunakan pada Tahun 2023 di semua program bantuan sosial.

“Rencana pelaksanaaan lapangan 15 Oktober sampai 14 November. Sedangkan persiapannya besok kami ada pelatihan petugas untuk menyatukan persepsi isian dari kuisioner, jadi BPS itu sebelum melaksanakan tugas lapangan, selalu diberikan pelatihan yang tujuannya memberikan pemahaman kepada semua petugas agar data yang dihasilkan dari lapangan juga sama dan tidak bias,”bebernya.

Intinya pemahaman kuisionernya sama. Ia mencontohkan penduduk yang ada di Kartu Keluarga (KK), padahal di KK itu ada yang keluar sekolah di Jayapura, terus ada yang sudah menikah, misalnya yang sekolah tadi masih anggota keluarga, tetapi nanti di situ dicatat bahwa yang tinggal di dalam KK, kuisionernya nanti ada keterangan si A bertempat tinggal di luar rumah, itu harus menyatukan persepsi.

“Ini sensus keseluruhan, tidak dalam bentuk sampel-sampel. jadi semua didatangi, tapi di daerah gunung kita semua tahu bagaimana kondisinya, kadang kita terhambat di situ.” ujarnya.

Jianto memastikan, pendataan ini tidak ada hubungannya dengan data Pemilu, ini terpisah, benar-benar tidak ada hubungan dengan politik. Tidak ada hubungan dengan persiapan Pemilu.

Ia menambahkan, dengan adanya pendataan ini nanti ketahuan letak rumah, bisa diketahui tinggal di kampung ini dan sebagainya, jadi tidak ada lagi istilanya orang tinggal di tempat lain, itu artinya miskin di tempat lain. Cuma permasalahnnya kalau di gunung itu jaringan internet, yang bisa itu di dalam kota saja, kalau sudah ke wilayah pinggiran itu sulit.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

2 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

9 hours ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

10 hours ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

23 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

1 day ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

1 day ago