Categories: PEGUNUNGAN

31 Sekolah di Mamra Tidak Selenggarakan Ujian Akhir

Data Dapodik Siswa Tidak Terdaftar di Pusat

MAMBRAMO RAYA- Sebanyak 31 lembaga pendidikan, diantranya Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah mengengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mamberamo Raya (Mamra) tahun ini tidak menyelenggarakan ujian akhir bagi kelas VI untuk SD dan kelas IX untuk SMP karena data dari siswa tidak masuk dalam daftar peserta didik melalui data Dapodik.

Pemerhati pendidikan yang juga tokoh agama dari Kabupaten Mamberamo Raya, Pdt. Yulianus Wab Abaruda sangat menyayangkan kondisi ini.

Dia mengatakan, masalah ini sudah terjadi sejak 2020 lalu hingga saat ini. Tahun 2021 lalu, ada 8 SD yang tidak bisa menyelenggarakan ujian akhir, sehingga secara otomatis di sekolah yang tidak melaksanakan ujian akhir, tidak ada satupun anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Masalahnya karena operator Dapodik dari Dinas Pendidikan Mambramo Raya tidak masukkan data peserta didik dan ketentuan lainya hingga pada akhirnya anak didik yang terkena dampaknya,” kata Pdt. Yulianus Wab Abaruda kepada media ini di Sentani, Jumat (22/4).

Dia mengatakan, tahun ini justru lebih parah lagi. Dimana ada 31 sekolah yang terdiri dari 29 SD dan 2 SMP tidak bisa menyelenggarakan ujian akhir karena masalah data Dapodik yang tidak tercatat di pusat.
“Ini sangat miris, mau bawa ke mana anak anak kami. Masa depan mereka sangat terancam,” katanya.

Adapun SD yang tidak bisa melaksanakan ujian akhir yakni SD I Distrik Mamberamo Hulu, SD Negeri Fuau, SD Papasena 1, SD Kwa, SD Advent Baso 2, SD Taheda, SD Douw, SMP Andvent Baso 2, Distrik Waropen Atas SD Nadofwai. Kemudian di Distrik Rouffaer ada SD Taiyai, SD Swaki, SD Tarure.

Selanjutnya, di Distrik Sawai ada SD Mesiri. Selanjutnya di Distrik Banuki ada empat sekolah, SD Kerema, SD Opahe USA, SD Watiaro, SMP satu atap Baitanisa. Distrik Mamberamo Hilir ada tiga sekolah yakni SD Biraramese, SD Bagusa, SD Swaseso.

Kemudian di Distrik Mamberamo Tengah, ada SD Fona, SD Marilefalen, SD Murumarei, SD Namunaweja, SD Babija, SD Soromaja Gunung dan di Distrik Tengah Timur ada SD Badyadi, SD Fokli, SD Kustera, SD Noyadi, SD Obogwi dan SD Towao.

Terkait ini, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mambramo Raya melalui dinas pendidikan agar bertanggung jawab mengatasi persoalan ini.

Dia menambahkan, persoalan pendidikan di Mambramo Raya, tidak sampai di situ, di sejumlah sekolah yang ada di beberapa kampung terjadi kekosongan tenaga pengajar. Pemicunya adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya tidak menyelesaikan hak-hak atau gaji dari para tenaga guru.
Pihaknya selaku pemerhati dan pihak gereja sudah berupaya mendatangkan guru.

Namun sangat terbatas. Contohnya di Kampung Sikari hampir dua tahun ini tanpa guru PNS, hanya ada satu guru honor. Hal ini membuat masyarakat minta Gereja turun tangan untuk datangkan guru kontrak.

“Bulan Maret lalu, kami sudah tempatkan dua tenaga guru kontrak atas nama Martha Tonggroituw dan Yomima Utbete, mereka sudah melaksanakan tugas mengajar. Kami harap Pemkab Mamra bisa melihat persoalan ini lebih serius,”pungkasnya. (roy/tho)

 

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: SMA

Recent Posts

Masa Depan Papua Ditentukan Kualitas Generasi Muda

"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…

17 minutes ago

Polres Jayapura Pastikan Kamtibmas Aman Dan Lancar

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…

47 minutes ago

Umat Buddha Siap Sambut Waisak

Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…

1 hour ago

BPBD Papua Distribusikan Bantuan Logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…

2 hours ago

Keterbatasan Kontainer Sampah, DLHK Kesulitan Angkut Jalankan Tugas

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer…

2 hours ago

Gaji Hakim Naik 300 Persen, Akademisi: Gaji Selangit Tak Jamin Bersih

Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…

3 hours ago