Categories: PEGUNUNGAN

Pengawasan Jalan Darat Diperketat

Relawan dan Ketua Tim Gugus Covid -19 Lapago saat melihat akses jalan darat yang menghubungkan wilayah Yalimo dengan Jayapura. ( FOTO: Denny/ Cepos)

Pemda Yalimo Sudah Keluarkan Aturan

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, menyatakan pengawasan terhadap jalan darat itu melalui satu kabupaten yakni Yalimo dan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sekda Yalimo untuk memperketat pengawasan. Dimana  saat ini di wilayah Distrik Benawa ada Pos Terpadu dari TNI/Polri dan tim kesehatan dari Yalimo, karena itu merupakan wilayah dari Pemda Yalimo.

  “Sudah ada surat edaran dari Pemda Yalimo jika semua orang yang mau melintasi jalan darat tersebut yang menghubungkan wilayah adat Lapago dan Tabi baik masuk dan keluar harus menunjukkan surat masuk dan hasil rapid yang menyatakan orang itu bebas Covid,”ungkapnya selasa (22/9) kemarin.

   Saat ini , kata Jhon Banua, kebetulan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo akan maju dalam pilkada, sehingga semua yang melaksanakan tugas disana. Untuk penanganan Covid -19 khususnya pengawaan terhadap jalur darat ini, diambil alih oleh sekda dan sekarang sudah mulai berjalan disana.

  “Artinya semua orang yang tak punya surat izin dan rapid test yang menyatakan jika warga itu bebas Covid -19 itu tidak diizinkan masuk dan disuruh untuk kembali ke tempat asal tak boleh masuk ke Yalimo. Ini ketegasan yang diambil Pemda Yalimo,”bebernya.

   Namun saat ini yang terpenting untuk menjaga Jayawijaya dari ancaman Covid -19, adalah kesadaran masyarakat sendiri. Sebab, selama ini jika dilihat kesadaran masyarakat masih sangat rendah untuk melakukan karantina sendiri, penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak atau memberlakukan protokol kesehatan dalam kehidupannya. Dimana  mereka menanggap virus ini tak ada di Jayawijaya, 

  “Mungkin juga di wilayah Lapago ini pada khususnya tak pernah ada pasien  yang meninggal dunia karena Covid -19, sehingga orang menanggap dan posting di media sosial kalau pemerintah hanya membuat isu saja tentang adanya covid -19,” bebernya 

   Dikatakan, sebebenarnya warga tak sadar jika virus ini nyata dan ada dalam masyarakat. Karena itu, setelah melakukan perjalanan wajib melakukan karantina mandiri, untuk menjaga Jayawijay. Sebab,  yang terjadi saat ini karena tidak melakukan karantina mandiri akhirnya menyebarkan virus ke 21 orang yang menjadi kasus baru di Jayawijaya.

   “Kita tak bisa memberikan sanksi, itu harus kembali kepada kesadaran masyarakat, kita tidak harus ekstrem ketika mereka datang langsung dikarantina, tapi harusnya kita sadar diri,”tuturnya. (jo/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

9 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

10 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

10 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

11 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

11 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

12 hours ago