Categories: PEGUNUNGAN

Polisi Buru Penyebar Video Kekerasan

AKBP. Tonny Ananda Swadaya ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Banyaknya video berdurasi pendek dengan konten kekerasan yang terjadi pada kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu, kini mulai menyebar luas ke masyarakat. Video yang menunjukkan adanya korban penganiayaan dan pembakaran ini dikhawatirkan membuat trauma yang sulit untuk dilupakan masyarakat, karena itu  Polres Jayawijaya   berupaya  mencari penyebar video tersebut.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya menyatakan dalam waktu dekat ini Polres Jayawijaya akan melakukan patroli cyber crime,  untuk mengungkap penyebaran  video yang menunjukan kekerasan ini secara berjenjang dan nantinya akan dilakukan pencarian kepada yang menyebarkan video tersebut,

  “Sebenarnya video aksi kekerasan ini tak boleh menyebar luas ke masyarakat, sehingga kami juga akan mencoba membatasi dengan  melakukan patroli cyber crime. Artinya video yang berisikan konten kekerasan ini akan menjadi trauma tersendiri bagi masyarakat,”ungkapnya Sabtu (19/10) kemarin.

   Ia menegaskan konten video kekerasan ini, baik yang terjadi di Hom –hom maupun di daerah lainnya di Kota Wamena harus secepatnya dibatasi, sebab bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi masyarakat. Apalagi kalau ada keluarga korban yang melihat video tersebut , artinya mereka akan lebih takut lagi untuk melakukan aktifitasnya.

  “Ini harus cepat kita tindak lanjuti bersama, artinya masyarakat juga harus mendukung hal itu dengan tidak   menyebarkan konten video itu lagi kepada yang lainnya. Yang jelas, kita akan tindak lanjuti masalah ini,” tegas Kapolres.

  Kapolres juga menyadari di era saat ini penyebaran video maupun informasi hoax ini sangat cepat, namun masyarakat harus jeli dan bijak lagi untuk mengelola informasi –informasi ini.    “Jangan lagi karena adanya video –video kekerasan semacam ini beredar terus menjadi dendam di antara masyarakat, ini yang perlu untuk kita sikapi bersama,” beber Tonny Ananda.

  Saat ini , kata Tonny Ananda Swadaya, aparat Gabungan TNI/ Polri telah bekerja maksimal untuk melakukan pengamanan di berbagai tempat, menciptakan situasi yang kondusif agar kejadian kemarin tak terulang kembali dan langkah ini harus didukung dengan masyarakat, harus kembali melakukan aktifitasnya seperti sedia kala.

  “Kami berharap pikiran dan pola pikir masyarakat ini tak terganggu dengan video –video kekerasan yang pernah dilihat, kami juga akan bekerjasama dengan Mabes Polri untuk melacak penyebar konten video anarkis tersebut,” katanya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

17 hours ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

19 hours ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

22 hours ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

23 hours ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

24 hours ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

1 day ago