

WAMENA-Dua wanita paro baya dikabarkan tewas ditikam di dua tempat berbeda. Dimana a yang pertama, Pamiter Kogoya (40), warga Distrik Tagineri, yang dibunuh oleh suaminya sendiri TJ (35) yang masih buron. Yang kedua, Lorekma Tabuni (45) yang merupakan warga Distrik Wouma Kabupaten Jayawijaya, dibunuh oleh pelaku IM yang diduga dalam keadaan tak waras. Dua kasus pembunuhan ini terjadi secara beruntun pada 17 dan 18 April.
Kasus pembunuhan korban Pamiter Kogoya di Kampung Liname Distrik Tagineri KabupatenTolikara (berbatasan dengan Jayawijaya) berawal dari permasalahan keluarga, korban lantaran dianiaya suaminya TJ hingga tewas.
Karena lebih dekat dengan Kabupaten Jayawijaya, kasus ini ditangani Polsek Bolakme yang menerima laporan usai terjadi pembunuhan di daerah Kampung Liname Pukul 20.30 WIT. Dimana anggota Polres Jayawijaya, Polsek Bolakme dan BKO Polda Papua yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP R.L. Tahaparry saat di TKP, menemukan korban tergeletak di dalam honainya dengan 4 luka tusuk di bagian dada.
Sementara untuk pembunuhan di Distrik Wouma terjadi pada pukul 09.00 WIT, saksi 1 Jeri Kogoya hendak ke pasar misi untuk berjualan. Sekira pukul 11.00 WIT, saksi pulang kembali ke rumah sempat melihat korban Lorekma Tabuni sudah terbaring dan korban sesak nafas. Saksi sempat mencari pertolongan, namun setelah datang kembali ke honai, saksi melihat korban sudah berlumuran darah dengan dua luka tusuk di bagian dada, sehingga langsung lapor polisi.
Kapolres Jayawijaya AKBP, Tonny Ananda Swadaya saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya dua kasus pembunuhan ini. “untuk Korban dari Tagineri, itu dipicu masalah keluarga antara suami istri. Setelah dilakukan konfirmasi terkait permasalahan tersebut, keluarga korban menyampaikan bahwa permasalahan akan diselesaikan dengan jalan kekeluargaan serta menunggu Pelaku TJ kembali ke rumah,”ungkapnya Jumat (19/4)
Sementara untuk pembunuhan di Distrik Wouma, Polres Jayawijaya telah mengamankan seorang wanita dengan inisial IM [41] yang diduga merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban Lorekma Tabuni, di Polsek Wamena Kota, namun yang bersangkutan diduga memiliki gangguan jiwa saat melakukan pembunuhan.
“Menurut saksi- saksi pelaku mengalami gangguan kejiwaan,dan sudah sering membuat hal yang sama kepada masyarakat, untuk sekarang pelaku beserta barang bukti berupa pisau yang digunakan diamankan,”bebernya. (jo/tri)
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…