

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH bersama Ketua Badan Pengurus Majelis Sinode KIBAID, Pdt. Yulianus Tandirerung saat mentabiskan Gedung Gereja Kibaid Jemaat Wamena. Senin (16/2). (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara resmi mentabiskan Gedung Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) Jemaat Wamena, yang dirangkum dalam sebuah ibadah syukur, dalam acara tersebut gereja diajak untuk selalu memperkuat kemitraan, baik itu sesama gereja sendiri maupun tempat ibadah lain guna mewujudkan kedamaian di wilayah itu.
Bupati Atheninus Murib, SH, MH menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jemaat atas kerja keras yang telah membuahkan berdirinya gedung gereja yang megah sebagai salah satu ikon rumah ibadah di Wamena. Tentunya ini menjadi simbol kemandirian umat Tuhan ditempat ini yang mampu untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia yang telah berupaya sehingga gedung gereja ini berdiri megah,” ujar Bupati Jayawijaya Athenius Murib.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh toleransi antarumat beragama di Jayawijaya. Sebab, negara menjamin kebebasan setiap orang untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan atau agama yang diakui serta untuk membangun rumah ibadah yang bisa digunakan untuk pembinaan umat dalam spiritualnya.
Namun demikian, ia juga menyampaikan keterbatasan kemampuan anggaran daerah dalam membantu seluruh proposal pembangunan gereja yang diajukan. Oleh karena itu, dirinya memutuskan untuk tidak lagi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja baru pada tahun ini, mengingat banyaknya proposal yang belum dapat terakomodasi.
“Kami tetap mendukung, tetapi kemampuan APBD sangat terbatas. Yang bisa kami bantu, pasti kami bantu sesuai kemampuan, oleh karena itu melalui campur tangan Tuhan baginan ini bisa diselesaikan,” jelas Bupati Murib
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Majelis Sinode KIBAID, Pdt. Yulianus Tandirerung, mengapresiasi jemaat Wamena yang mampu menyelesaikan pembangunan gereja dalam waktu relatif singkat. Ia mengingat kembali peletakan batu pertama pada 19 Juni 2024, saat panitia menyatakan pembangunan dimulai dengan iman meski tanpa anggaran dan gambar perencanaan yang memadai.
“Hari ini Tuhan membuktikan bahwa iman kepada-Nya sangat besar kuasanya. Doa yang dipanjatkan dengan iman juga sangat besar khasiatnya,” ujarnya.
Page: 1 2
Dominikus Catur berharap, dengan bertambahnya TPS ini maka sampah terutama sampah rumah tangga yang dihasilkan…
Karenanya ia berpendapat bahwa ada pihak yang mencoba merusak citra nama baik seseorang. Kami tidak…
“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri…
Sedangkan 36 orang lainnya masih dalam proses. Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengungkapkan bahwa jumlah…
Tak hanya itu pelaku yang bertugas di Mako Brimob Pelopor C itu juga diduga ikut…
Terpilihnya Abisai Rollo untuk ketiga kalinya dinilai sebagai bentuk kepercayaan penuh kader atas prestasi, dedikasi,…