

Masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di di Kolime dan Kanome (foto: Diskomdigi Tolikara)
Akses Jalan dan Jembatan Putus
KARUBAGA— Belum pulih dari duka kebakaran hebat yang melanda Kota Karubaga pada akhir Januari 2026, Kabupaten Tolikara kembali diguncang bencana. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan itu memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah distrik pada Jumat, (6/2) sekira pukul 06.00 WIT.
Rentetan bencana dalam waktu berdekatan ini memperberat beban masyarakat yang sebelumnya tengah berupaya bangkit dari musibah kebakaran.
Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kampung Kolilan, Ampera, Elsadai, Molera, Gurikme, Kimibur, Kogimage, Losmen, Danggulurik, Kiranage, serta Yalikaluk di Distrik Karubaga.
Bencana juga meluas ke Kampung Magerakuk/Leragawi, Longgoboma, Kuburatiri, dan Bogone di Distrik Lianogoma; Kampung Kai dan Wiyager di Distrik Kai; Kampung Banggeri, Geyaneri, dan Milineri di Distrik Wenam; Kampung Timori di Distrik Geya; Distrik Tagineri; serta sejumlah distrik lainnya di wilayah Kabupaten Tolikara.
Merespons situasi tersebut, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, mengeluarkan Surat Pernyataan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Nomor 360/25/BUP/2026 tertanggal 7 Februari 2026. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga 1 menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.
Bupati Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si, turun langsung ke lokasi terdampak didampingi seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara. Mereka meninjau kerusakan infrastruktur sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi warga terdampak.
Data sementara BPBD Tolikara mencatat sebanyak 827 Kepala Keluarga menjadi korban bencana, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Kerusakan meliputi akses transportasi darat, jembatan yang putus, prasarana kelistrikan milik PLN, perumahan pemukiman warga, lahan perkebunan pertanian, peternakan, hingga harta benda masyarakat yang hanyut atau tertimbun longsor.
Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya, SH, M.KP, mengatakan tim gabungan telah bekerja sejak hari pertama bencana untuk membuka akses terisolasi dan membantu warga.
Menurut Kepala BPBD Feri Kogoya, proses pemulihan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis Tolikara yang berbukit dan rawan longsor.
Page: 1 2
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…