Categories: PEGUNUNGAN

Sekolah Darurat Rawan Dipolitisir

Pertemuan antara Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto bersama Pejabat Dinas P dan P Nduga dan tim Relawan di Kodim 1702/ Jayawijaya, Sabtu (16/2).( FOTO : Dok Kodim 1702/ Jayawijaya)

WAMENA – Kodim 1702 / Jayawijaya mengkhawatirkan kondisi sekolah darurat pengungsian yang terkesan tertutup bagi kunjungan, dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mempolitisir dan menimbulkan isu atau persepsi tidak baik terhadap aparat TNI dan Polisi.

   “Jayawijaya daerah aman, sudah memiliki sarana dan prasana sekolah yang memadai, tidak seharusnya ada sekolah darurat, yang justru memperlihatkan ketidakmampuan Kabupaten Jayawijaya sebagai kabupaten induk pegunungan tengah dalam mengurus pelajar yang datang,” ungkap Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, dalam rilisnya Sabtu (16/2) kemarin.

   Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto mengatakan TNI dan Polisi terkesan tidak diizinkan oleh relawan pengungsian Nduga untuk masuk ke lingkungan sekolah darurat yang dibangun untuk anak-anak pengungsi Nduga di Kabupaten Jayawijaya.

  “Sekolah darurat itu terkesan menjadi sekolah tertutup, karena siapapun tidak boleh memasuki area sekolah, termasuk anggota TNI-Polri,”ujarnya

   Dandim mengaku sudah memediasi pertemuan antara pejabat Dinas Pendidikan Nduga dan Dinas Pendidikan Jayawijaya terkait ratusan pengungsi yang sementara bersekolah di Halaman Gereja Weneroma, Sinakma, Jayawijaya.     Mediasi berlangsung di Markas Kodim 1702/Jayawijaya Jumat, (15/2) dihadiri juga koordinator tim pengungsi Nduga.

   “Dari mediasi pertemuan itu, diperoleh kesepakatan bahwa anak-anak sekolah nantinya ditempatkan di SD YPPGI, SMP YPPGI dan SMA YPPGI Anigou Kampung Elekma Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya, dengan pertimbangan bahwa sanak saudara mereka banyak yang tinggal di daerah tersebut,”jelasnya

   Ia juga menyatakan jika, para pelajar dari beberapa distrik yang ada di Kabupaten Nduga yang saat ini menuntut ilmu dalam sekolah darurat di halaman gereja Weniroma Sinakma berhak untuk mendapatkan tempat belajar yang layak.

   Sementara itu informasi yang dihimpun  Cenderawasih Pos, saat mengunjungi sekolah darurat pengungsian, ada aturan dari tim relawan jika aparat TNI/Polri yang berseragam dilarang masuk ke lingkungan sekolah karena dikhwatirkan membuat anak-anak pengungsi Nduga ketakutan.

Dimana, 406 lebih anak-anak pengungsi Nduga ini meninggalkan kampung halaman mereka karena trauma pasca kontak tembak antara kelompok sipil bersenjata melawan TNI dan polisi, yang mulai terjadi pada Desember 2018 lalu.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

3 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

3 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

3 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

3 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

3 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

3 days ago