Categories: PEGUNUNGAN

Jalan Darat Terlalu Bebas, Rawan Penyebaran Covid-19

WAMENA-Meski sempat zero kasus Covid-19, namun penyebaran Covid-19 di Wamena, Jayawijaya kembali merangkak naik. Hingga kemarin tercatat ada  7 pasien yang ditemukan positif Covid-19. Dimana, 4 diantaranya satu keluarga dan 2 orang lainnya ditemukan saat pemeriksaan  ingin berangkat untuk berobat. 

   “Satu keluarga yang terkonfirmasi positif ini, tidak punya rekam jejak keluar dari Wamena  selama 2 bulan lebih, dimana mereka mempunyai usaha Konter HP, toko Emas dan Café. Jadi  kemungkinan mereka terpapar karena kontak dari situ, sehingga bisa atau keluarga itu positif.” ungkap Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi, Senin (15/11) kemarin.

    Sementara dua orang lainnya ditemukan saat melakukan pemeriksaan untuk keluar dari Wamena dan saat mau berobat. Yang dikhawatirkan saat ini adalah penularan lokal. Sebab akses masuk ke Wamena dari Kabupaten Yalimo dan Jayapura masih terlalu bebas,

  “Kasus ini ditemukan sebelum ada kebijakan baru untuk antigen. Artinya sekarang untuk penerbangan ke Wamena itu dibuka berdasarkan keputusan dari menteri,  dimana yang sudah mendapatkan vaksinasi dua kali itu bisa masuk dengan pemeriksaan antigen, sedangkan untuk yang baru pertama mendapatkan vaksinasi itu harus PCR, begitu juga yang tidak vaksinasi sama sekali itu juga menggunakan PCR.” jelasnya.

   Jhon Banua juga menyatakan untuk pengawasan di jalan darat ini yang pemda akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan. Langkah -langkah ini harus diambil bersama dengan keamanan dalam hal ini TNI/ Polri. Sebab akses dari luar masuk ini seperti kendaraan dari Jayapura masuk sekali itu bisa sampai 300 kendaraan sekaligus.

  “Kalau banyak yang masuk, tidak ada masalah pemeriksaannya mudah dilakukan. Tetapi kalau kendaraan ada 1 atau 2 kendaraan yang masuk diam-diam ini yang agak susah untuk terpantau, sehingga kita lakukan koordinasi dengan pihak keamanan apakah harus kembali membuka Pos lagi atau seperti apa,” katanya.

   Ia menambahkan untuk vaksinasi sendiri belum mencapai 50 persen, sehingga pihaknya masih meminta kepada Dinas Kesehatan untuk terus melakukan peningkatan terhadap pencapaian vaksinasi di Kabupaten Jayawijaya. “Kita coba untuk terus meningkatkan pencapaian vaksinasi kepada masyarakat di Jayawijaya, agar bisa melakukan pencegahan terhadap Covid-19 Gelombang ke III,” tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

58 minutes ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

2 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

3 hours ago

Ketemu Tupai Jinak, Kayu Bolong dan Guyuran Hujan

Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…

4 hours ago

Komoditas Kayu Masih Jadi Andalan Ekspor Papua

BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…

5 hours ago

Abisai Rollo: Hutan Bakau Tetap Harus Dilestarikan!

Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…

6 hours ago