Categories: PEGUNUNGAN

Penas KTNA Momen Berharga untuk Promosi dan Belajar dari Daerah Lain

JAYAPURA– Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Kota Padang, Sumatera Barat merupakan momen berharga bagi para petani Tolikara untuk mempromosikan produk unggulan pertanian, sekaligus belajar dari daerah lain dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertanian. Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Tolikara, Marthen Kogoya, SH,M.AP kepada media, Minggu (11/6).

“Dalam Penas KTNA XVI, seluruh petani di Indonesia berkumpul dan membawa hasil pertanian dari daerah masing-masing. Harapan saya, semoga petani yang kita utus mengikuti Penas KTNA di Padang, bisa melihat langsung dan belajar dari petani lain di seluruh Indonesia yang membawa hasil pertanian mereka, baik hasil yang sudah diolah maupun belum diolah,”ucap Pj Bupati Marthen Kogoya.

Bupati Kogoya juga mengatakan, seluruh wilayah Kabupaten Tolikara terkenal sangat subur, didukung ketersediaan air yang sangat cukup. Kondisi ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani untuk menanam beraneka tanaman pertanian dan perkebunan seperti kopi, buah merah, nenas, serta berbagai jenis buah dan sayur.

“Semoga dalam Penas KTNA XVI ini, wawasan para Petani kita semakin luas dan semangat mereka dalam bertani semakin bertambah, sehingga setelah kembali ke Tolikara, mereka terus bersemangat dalam meningkatkan hasil produksi pertanian,” ucap Bupati Kogoya sambil berharap agar kontingen Tolikara juga perlu belajar tentang perikanan, khususnya budi daya ikan air tawar.

Sekadar diketahui, event Penas KTNA XVI di Kota Padang, Sumatera Barat selama 10-15 Juni 2023, resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual mewakili Presiden RI, Sabtu (10/6).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Penas KTNA tahun ini menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan. Diantaranya seperti dampak fenomena iklim El Nino saat ini yang berpotensi memberi ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap pertanian.

Selain iklim yang cukup ekstrem, ketegangan politik di berbagai belahan dunia juga turut memberi tantangan yang besar terhadap pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan negara.

“Untuk itu, melalui gelaran Penas KTNA ini diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan yang tengah dihadapi oleh sektor pangan Indonesia. Momentum Penas sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan seluruh masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.

Senada dengan itu Ketua KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor menyebutkan ada 31 jenis kegiatan yang dibagi ke dalam 6 bidang pada gelaran Penas KTNA XVI Tahun 2023, di bawah tema: “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

“Agenda ini sangat penting, karena seluruh peserta Penas dapat mendengar secara langsung apa yang menjadi kebijakan pemerintah dalam membangun pertanian di negeri ini,” ucapnya. (Diskominfo Tolikara)*

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: TOLIKARA

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

7 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

8 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

9 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

10 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

12 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

13 hours ago