

SERUI- Kepala Suku Botawa, Yacob Moreny mengungkapkan kekecewaannya atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Waropen di dalam penyelesaian hak ulayat tanah. Dimana akibat tidak segera diselesaikan, bangunan yang ada saat ini terlantar, bahkan tempat berkeliaran ternak sapi.
“Tiga unit kantor milik Pemda Waropen di Kampung Botawa terkendala masalah pembayaran tanah hingga kini belum selesai,” ungkap Yacob Moreny kepada CenderawasiH Pos di Waren.
Menurutnya, selain kantor Bupati, juga ada Kantor Bappeda dan kantor keuangan juga terlihat terlantar. Padahal, biaya pembangunan kantor tersebut menelan puluhan miliar. Kondisi ini menunjukkan pemerintahan setempat mengalami kemunduran. Pasalnya, roda pemerintahan kembali dilaksanakan di Waren yang bukan Ibukota Kabupaten Pemda setempat. Menurutnya, amanah Undang-Undang jelas mengamanatkan bahwa pusat ibu kota Kabupaten Waropen berada di Botawa.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, bangunan gedung yang terlantar ini, kini menjadi “kandang sapi”. Di teras kantor Bupati dan teras kantor Bappeda sapi lagi istirahat sedangkan beberapa sapi asik makan rumput yang tumbuh subur di halaman kantor bupati. (rin/tri)
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…
Presiden Prabowo Subianto kembali memuji dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…
Berdasarkan data yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi acara tersebut, melaksanakan sejumlah agenda utama diantaranya;…
Namun, putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta…
INI memang suasana yang benar-benar khas. Seperti Kembali kemesin waktu. Mereka duduk rapi menonton sebuah…