Saat ini pemerintah berkomitmen untuk terus menertibkan kota agar aman bagi semua. Oleh karena itu, seruan ini mengingatkan semua warga bahwa Wamena bukan milik satu kelompok, melainkan milik bersama yang harus dijaga keberlangsungannya, sehingga bagi generasi muda dekatkan diri ke gereja dan sektor produktif agar tidak terlibat dalam konflik yang tidak memiliki tujuan jelas.
“Kedamaian di Wamena adalah harga mati agar pembangunan dan kehidupan beragama dapat berjalan beriringan untuk pembangunan daerah lebih baik lagi dari hari kemarin,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Plt Kepala Bidang Perdagangan Yosep Tatogo, S.Sos menyatakan terkait dengan layanan pengaduan konsumen untuk pengaduan…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan…
Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat…
Tim Kolaborasi Pesta Babi menegaskan, Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat…
PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di…
Dengan lantang, para pemuda ini meneriakkan slogan “Tolak PSN, Papua Bukan Tanah Kosong”. Seruan tersebut…